Showing posts with label Alam. Show all posts
Showing posts with label Alam. Show all posts

Crop Circle Yang Sesungguhnya

Crop Circle sedang menjadi fenomena, ada yang yakin itu buatan UFO, ada yang yakin buatan manusia. Tetapi, apa yang kita pikirkan setelah ini? Bingung yang pasti dan tak begitu peduli karena tak berpengaruh apa - apa dalam hidup kita, dan akhirnya banyak tuduhan yang dialamatkan pada penguasa negeri ini, bahwa hadirnya fenomena Crop Circle hanyalah pengalihan issue untuk sedikit membuat orang Indonesia lupa dengan permasalahan penguasa negeri, semisal kasus Gayus, Century, Lapindo, Presiden SBY si tukang curhat yang minta naik gaji secara halus dan lain - lain perkara. Dan saat ini seperti yang telah di prediksikan, saat Presiden dan Demokrat di ganyang kesana kemari, muncul kabar tentang Teroris di Sukoharjo dan Klaten! Pengalihan issue lagi, bukankah dari dulu jika si Presiden lemah SBY terkena masalah selalu tiba - tiba muncul berita jika Densus 88 menangkapteroris? Coba balik kembali dan ulang ingatan kita.

Sekarang ada Crop Circle yang sesungguhnya muncul, yang semoga bukan pengalihan issue, tetapi bisa menjadi pengingat penguasa negeri agar ingat Tuhan dan ingat perilaku memalukan para petinggi yang katanya tanpa korupsi dan sukses.


Semoga LAPAN semakin bingung, siapa yang membuat? Apakah UFO benar - benar ada? Semoga sepakbola Indonesia bisa semakin maju jika Crop Circle di atas di laksanakan dan di yakini.
Share |

P-MAN... Tolong Selamatkan Bumi. Part 1

“Lestari alamku, lestari desaku… dimana Tuhanku menitipkan aku.
Nyanyian bocah-bocah dikala purnama nyanyikan pujaan untuknusa,
Damai saudaraku suburlah bumiku….
Mengapa tanahku lowong kini,
Gunung bukit telanjang berdiri,
Pohon rumputpun enggan bersemi kembali,
Burung-burungpun malu bernyanyi….”

Lagu ini kupersembahkan untuk Bumiku tercinta
Berikut ini cuplikan mengenai polusi di China yang di abadikan oleh Lu Guang. Semoga kita bisa merenungi dan menjaga kelestarian Bumi tercinta ini.
Pada tangggal 14 Oktober 2009 yang lalu, fotografer dari China, Lu Guang, memenangkan penghargaan W. Eugene Smith yang ke-30 pada bidang Fotografi Kemanusiaan atas proyek dokumenternya yang berjudul “Polusi di China”.
Lu Guang, sang foto grafer lingkungan
Lu Guang, seorang fotografer freelance, memulai karirnya sebagai fotografer amatir pada tahun 1980. Ia dahulu adalah seorang buruh pabrik, kemudian membuka studio fotonya dan biro iklannya sendiri. Pada bulan Agustus 1993 ia kembali kuliah untuk pendidikan pasca-sarjana di Pusat Akademi Seni dan Desain di Beijing (sekarang Akademi Seni dan Desain, Universitas Tsinghua). Selama kuliah, ia belajar, berkelana ke seluruh negeri dan mengukir kariernya, hingga menjadi “kuda hitam” di lingkaran fotografer di Beijing.

Terampil dalam fotografi dokumenter sosial, wawasannya, kekreatifan dan karya seninya sering terfokus pada “fenomena sosial dan orang-orang yang hidup di masyarakat kelas bawah”, menarik perhatian dari lingkaran fotografi nasional dan media. Banyak dari karya-karyanya yang memenangkan penghargaan terfokus pada isu-isu sosial seperti, “demam emas di sebelah barat”, “gadis obat”, “tambang batu bara kecil”, “desa HIV”, “Grand Canal”, “pengembangan jalur kereta epi Qinghai-Tibet “dan seterusnya.
1. “Di persimpangan provinsi Ningxia dan Mongolia Dalam , aku melihat cerobong tinggi mengepulkan asap keemasan yang menutupi langit biru, padang rumput yang luas telah menjadi pembuangan limbah industri; bau busuk yang tak tertahankan membuat orang terbatuk-batuk; Meningkatnya limbah industri yang mengalir ke Sungai Kuning … ” - Lu Guang.
2. Limbah kimia dari Kabupaten Industri Kimia Jiangsu Taixing yang dibuang di tepian Sungai Yangtze. 15 Mei 2009.
3. Fan Jai Zhuang di kota Anyang , Provinsi Henan . Hanya ada satu tembok yang memisahkan desa ini dari tungku-tungku pembuatan baja. Penduduk desa ini tinggal di lingkungan yang sangat tercemar di mana desa ini terkena hujan zat besi setiap harinya. 24 Maret 2008.
4. Limbah industri Kabupaten Industri Zhejiang Xiaoshan yang akhirnya mengalir ke Sungai Qiantang. 24 April 2009.
5. Limbah dari pabrik bei dan baja Henan Anyang mengalir ke Sungai Anyang. 25 Maret 2008.
6. Sungai-sungai dan waduk di Guiyu, provinsi Guangdong telah terkontaminasi. Terlihat seorang wanita sedang mencuci di sebuah kolam yang tercemar parah. 25 November 2005.
7. Kabupaten industri Shizuishan di provinsi Ningxia. Cerobong asap yang tinggi mengeluarkan asap dan debu. Penduduk setempat mengambil tindakan pencegahan dari debu yang jatuh dari langit ketika berpergian ke luar. April 22, 2006.
8. Lepas pantai Laut Kuning, pipa-pipa pembuangan kotoran yang tak terhitung jumlahnya terkubur di pantai dan bahkan ada yang sampai ke laut dalam. April 28, 2008.
9. Di Ma’anshan, provinsi Anhui , di sepanjang Sungai Yangtze terdapat banyak pabrik pengolahan besi dan plastik berskala kecil. Limbah dengan jumlah yang besar dibuang ke Sungai Yangtze. 18 Juni 2009.
10. Di Mongolia Dalam ada 2 “naga hitam” dari pembangkit listrik Lasengmiao yang mengotori desa-desa di sekitarnya. 26 Juli 2005.
11. Pabrik pengolahan sampah Fluorine Chemical di kota Changshu, Provinsi Jiangsu Changshu ini bertanggung jawab untuk pengumpulan dan pengolahan limbah industri. Namun mereka tidak melakukan tugasnya, mereka membuat pipa limbah sepanjang 1500 meter di bawah Sungai Yangtze dan melepaskan limbahnya di sana . 11 Juni 2009.
12. Tanah di sekitar Sungai Yangtze yang tercemar oleh industri kimia di kabupaten Ma’anshan, propinsi Anhui . 26 Juni 2009.
13. Sejumlah besar air limbah industri mengalir ke Sungai Kuning dari kabupaten industri Lasengmiao, Mongolia Dalam, setiap harinya. 26 Juli 2005.
14. Limbah kimia yang setiap hari dibuang ke Sungai Yangtze dari pabrik Zhenjiang Titanium. Kurang dari 1.000 meter di hilir adalah tempat di mana Departemen Air Kota Danyang mendapat air mereka. 10 Juni 2009.
15. Di kota Haimen, provinsi Jiangsu, Industri-industri kimia di sana membuang air limbah mereka ke Sungai Yangtze. 5 Juni 2009.
16. Pabrik besi dan baja Tianjin Shexian, di provinsi Hebei adalah sebuah perusahaan yang mencemari daerah sekitarnya secara besar-besaran. Perusahaan ini masih terus berkembang, yang akan semakin serius mempengaruhi kehidupan penduduk setempat. 18 Maret 2008.
17. Daerah Longmen di kota Hanchen, Provinsi Shaanxi memiliki pembangunan industri berskala besar. Lingkungan tercemar sangat serius di sana . 8 April 2008.
18. Terdapat lebih dari 100 pabrik kimia di provinsi Jiangsu . Sebagian dari mereka melepaskan air limbah ke laut; beberapa jalur limbah yang paling mencemari ditampung di dalam 5 “kolam penampungan limbah sementara”. Selama 2 gelombang pasang setiap bulannya, maka limbah ini akan terbuang ke laut bersamaan dengan gelombang pasang. 20 Juni 2008.
19. Distrik industri Hu Ko di provinsi Jiangxi ada di pinggiran Sungai Yangtze. Pabrik-pabrik kimia ini menimbun Sungai Yangtze untuk memperluas pabrik tanpa izin.
20. Distrik industri kimia Cihu di provinsi Anhui Chemical Industry membangun sebuah pipa bawah tanah untuk membuang air limbah ke Sungai Yangtze. Kadang-kadang air limbah ini berwarna hitam, abu-abu, merah tua, atau kuning. Air limbah dari pabrik-pabrik kimia yang berbeda memiliki warna yang berbeda. 18 Juni 2009.
21. Propinsi Shanxi adalah daerah yang paling tercemar dari Cina.. Daerah ini juga merupakan provinsi dengan tingkat cacat lahir tertinggi. Pasangan petani yang penuh kasih ini mengadopsi 17 anak-anak cacat. April 15, 2009.
“Di beberapa daerah, kehidupan orang-orang China terancam oleh pencemaran lingkungan. Penduduk menderita dari segala macam penyakit yang tidak jelas, desa kanker, peningkatan jumlah bayi cacat, ini adalah hasil dari mengorbankan lingkungan dan membabi buta mencari keuntungan ekonomis.“
- Lu Guang -

22. Seorang gembala lanjut usia ini tidak tahan dengan bau Sungai Kuning yang kotor ini. 23 April 2006. (Sorry No Picture)
23. Anak laki-laki 15 tahun dari Tianshui, Provinsi Gansu ini putus sekolah di kelas 2, mengikuti orangtuanya untuk bekerja di distrik industri Heilonggui. Dia mendapatkan 16 yuan per hari. 8 April 2005.
24. Pasangan suami istri yang baru pulang dari pekerjaan di tempat pengeringan plaster di Mongolia Dalam, provinsi Heilonggui . 22 Maret 2007.
25. Lima puluh penduduk desa Kang di Kota Linfen, Propinsi Shanxi menderita kanker dan trombosis serebral akibat air yang mereka konsumsi tercemar oleh limbah industri. Wang Baosheng, 64 tahun, jatuh sakit sejak tahun 2003, ia mempunyai borok di seluruh tubuhnya sehingga dia tidak bisa pergi ke tempat tidur dan hanya bisa berbaring tertelungkup di tepi tempat tidur setiap harinya. 10 Juli 2005.
26. Menghirup debu dalam jumlah besar ke dalam paru-paru, para pekerja biasanya jatuh sakit setelah bekerja selama 1-2 tahun. Sebagian besar pekerja migran ini berasal dari daerah yang miskin. 10 April 2005. (Sorry No Picture)
27. Desa Zhaozhuang di pinggiran sungai Hong di kota Wugang, provinsi Henan . Zhao Bingkun, 66 tahun, menderita serangan kanker sejak 2004. Setelah operasi kedua, biaya perawatan sudah mencapai lebih dari 200,000 yuan. Kondisinya sudah di tahap lanjut, dia mengalami demam setiap hari, menunggu kematian. 7 April 2009.
28. Desa Zhaozhuang di pinggiran sungai Hong di kota Wugang, provinsi Henan . Istri dari Gao Wanshun sudah meninggal karena kanker. Sekarang ia hidup dalam kemiskinan. 3 April 2009.

29. Xuanwei di propinsi Yunnan adalah sebuah desa kanker. Setiap tahun ada lebih dari 20 orang meninggal karena kanker. Xu Li, seorang siswa berumur 11 tahun ini menderita kanker tulang. 8 Mei 2007


Share |

HUJAN MENGHILANGKAN PERMUKAAN AIR LAUT NAIK


Tim ilmuan yang dibentuk Kementerian Lingkungan Hidup yang dipimpin oleh  Djoko Santoso Abi Suroso, Ph.D. dengan para anggota: Dr. Tri Wahyu Hadi (Ahli Sains Atmosfer), Dr. Ibnu Sofyan (Ahli Klimatolog Laut), Dr. Hamzah Latief (Ahli Kelautan), Dr. Osman Abdurrahman (Ahli Sumber Daya Air), Dr. Halil (Ahli Pertanian) memaparkan hasil kajiannya pada 10 Agustus di Jakarta

Tim Ilmuan yang dibentuk oleh Kementerian Lingkungan Hidup untuk meneliti dampak perubahan iklim di Pulau Lombok telah merampungkan tugasnya. Dalam pemaparan “Hasil Kajian Resiko dan Adaptasi Terhadap Perubahan Iklim Pulau Lombok Provinsi Nusa Tenggara Barat,” 10 Agustus di Jakarta tim ahli pimpinan Djoko Santoso Abi Suroso, Ph.D menjelaskan beberapa fenomena alam yang terjadi tidak sebagaimana biasanya yang terkait dengan perubahan iklim. Salah satu diantaranya, pola musim hujan yang kian sporadis serta perbedaan kenaikan permukaan air laut. 

Menurut Djoko Santoso, telah  mempelajari data curah hujan, temperatur lingkungan, dan tinggi permukaan laut di Pulau Lombok selama 30 tahun terakhir. Data dan informasi itu diperoleh dari berbagai sumber seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Dinas Pengairan Pekerjaan Umum Nusa Tenggara Barat, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Selaparang (Ampenan), dan data perubahan iklim yang direkam 
Intergovemmental Panel on Climate Change, bagian dari World Meteorological Organization.

Mengenai temuan penelitian, Ahli Sains Atmosfer Tri Wahyu Hadi mengatakan ada beberaa hal yang menarik mengenai  perubahan musim di pulau ini. Pada peta curah hujan tahunan yang dibuat pada  awal 1900-an terlihat  Pulau Lombok berada di perbatasan antara daerah yang relatif basah dan relatif kering. Artinya, pulau ini merupakan wilayah yang sensitif terhadap perubahan iklim. Buktinya, pada Januari 2007 terjadi kekeringan parah di Pulau Lombok dan Sumbawa, sehingga mengakibatkan gagal panen. Padahal seharusnya pada bulan itu masuk musim hujan karena pada Desember 2006 curah hujan cukup tinggi.

"Hujan tiba-tiba menghilang dan muncul lagi pada Februari 2007," ujar Tri. Di Pulau Lombok, perubahan arah aliran udara lintas ekuator ini menyebabkan terjadinya musim hujan pada bulan Desember-Januari-Februari dan musim kemarau pada bulan Juni-Juli-Agustus, sedangkan bulan-bulan lain merupakan periode transisi alias pancaroba.  Fenomena iklim ini hampir tidak pernah terjadi sepanjang periode 1961-1990. Pada masa itu, curah hujan Januari berkisar 300 milimeter dan terus menurun menjadi 175 milimeter pada periode 1991-2007, kemudian hilang sama sekali saat ini.
Naiknya Permukaan Air Laut
Mengenai kenaikan permukaan air laut, Ahli Klimatolog Laut   Dr. Ibnu Sofyan, yang menjadi Peneliti pada  Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional, menjelaskan  bahwa  di Lombok bagian Utara kenaikan permukaan air laut  sekitar 6 mm per tahun, sedangkan di selatan 4 mm per tahun. Perbedaan ini tentu menunjukkan pula perbedaan tingkat kerentanannya, dan terutama risikonya. Di daerah lain, risikonya semakin berbeda, dipengaruhi kecepatan kenaikan, pola arus, sedimentasi di garis pantai, dan kuat lemahnya gelombang.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa menurut para  ahli
 oseanografi global warming juga berkaitan erat dengan semakin tingginya frekuensi El Nino dan La Nina. Frekuensi terjadinya dua musim ekstrem itu mulai meningkat pada 1970 sampai sekarang. Padahal biasanya baik El Nino maupun La Nina terjadi dalam rentang 2-7 tahun sekali.

Karena dikelilingi lautan, Pulau Lombok sangat rentan terhadap pengaruh kenaikan tinggi air laut. Terutama terhadap bahaya banjir atau rob, sedimentasi, dan erosi. Ibnu memperkirakan, pada 2030, tinggi permukaan air laut di pantau utara dan selatan Pulau Lombok mencapai 10,5-24 sentimeter dan akan meningkat menjadi 28-55 sentimeter pada 2080. Kenaikan tinggi permukaan air laut ini, menurut dia, meningkatkan risiko erosi, perubahan garis pantai, dan mereduksi daerah 
wetland di sepanjang pantai. “Hasil kajian ini telah di diadopsi dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Provinsi Nusa Tenggara Barat,” keta pimpinan Tim Ilmuan Djoko Santoso Abdi Suroso. (Paulus Londo)

Sumber:
Asdep Edukom
Share |

Negeriku Terjajah, Help P-MEN..!!!

Kasus perusakan lingkungan hidup (ekologi) di Indonesia menunjukkan semakin berat akibatnya bagi masyarakat. Guiness Book of World Recordtelah mencatat rekor Indonesia sebagai negara paling kencang lajunya dalam merusak hutan di dunia. Setiap tahun Indonesia kehilangan hutan seluas 1,8 juta hektar. Data pemerintah jauh lebih seru, yaitu 2,8 juta hektar hutan hilang per tahun.Kita sudah melihat akibatnya, kematian rakyat kecil berserakan di mana-mana tertimbun longsor dan tertelan banjir akibat hancurnya hutan. Banjir besar dan longsor rata memenuhi Nusantara akibat degradasi fungsi ekologi.
Khusus untuk Jakarta contohnya, tata ruang wilayahnya kacau, tidak memerhatikan konsep pelestarian fungsi ekologi. Bandar udara (bandara) Soekarno-Hatta kacau karena jalan tol terendam, akibat semakin habisnya lahan serapan air di sekitarnya. Ada bangunan pabrik-pabrik dan perumahan semakin meluas. Bandara Soekarno-Hatta terancam dengan penurunan tanah tujuh centimeter (cm) tiap tahun akibat besarnya volume pengambilan air tanah. Permukaan air laut pun naik sekitar 15 cm setiap tahun akibat pemanasan global. Kalau pemerintah akan membangun tol tinggi sebagai jalan akses ke bandara dengan menghabiskan sisa hutan mangrove, bagaimana dengan nasib bandara yang niscaya akan tenggelam itu? Apakah akan meninggikan bandara, berkejaran dengan laju naik air laut dan penurunan tanah Jakarta-Tangerang?
Pengurus negara mestinya harus mulai paham dengan paradigma keadilan ekologi (ecological justice, disingkat ecojustice). Kehancuran ekologi lebih banyak disebabkan besarnya kepentingan pertumbuhan ekonomi, padahal konsideran UU No. 23 Tahun 1997 menegaskan adanya ’perkawinan’ ekonomi-ekologi. Hukum administrasi negara sebagai alat pengatur dan pengendali tak mampu menyelamatkan masyarakat, terpukau dengan prediksi angka pertumbuhan ekonomi tapi tak pernah memprediksi kerugian ekologis yang kini terbukti merusak kalkulasi ekonomi. Neraca ekonomi akan hancur jika neraca lingkungan hancur. Membangun ulang jalan tol atau memindahkan bandara merupakan akibat kerugian ekologis. Berapa banyak uang akan dikeluarkan? Namun, korban yang paling menderita adalah mereka yang berada di kelas bawah dalam stratifikasi sosial (kelompok sosial rentan) yang selama ini selalu disingkirkan dalam konsep pembangunan pertumbuhann ekonomi itu. Sudah tersingkir, miskin, lalu tersapu banjir dan tertimbun longsor.
Peradilan hukum perdata dan pidana pun kesulitan dalam meminta pertanggungjawaban ekologis para elite perusak atau pencemar alam. Konon, menurut penjelasan UUD 1945, Indonesia ini merupakan negara hukum (rechtsstaat). Praktiknya, dalam masalah-masalah kecil, hukum selalu garang kepada rakyat lemah. Justru dalam masalah besar hukum tidak serius menghukum ’orang-orang besar.’ Korporasi besar-besar yang hanya bernafsu mereguk keuntungan tapi menumpahkan racun serta kerusakan lingkungan dan sosial, tidak diberi sanksi hukum yang tegas, padahal konon hukum Indonesia yang bersumber dari Pancasila yang menuju pada keadilan sosial. Pancasila hidup dalam kematian moral para pemujanya.
Hakim dan pengadilan dalam mengadili perkara memang harus memihak, bukan kepada penggugat atau tergugat, bukan kepada penuntut atau terdakwa, tetapi memihak kepada kebenaran dan keadilan. Doktrin hukum Indonesia bukan individualisme, tapi integralisme sosial. Bangunan Indonesia dalam pandangan Prof. Soepomo, salah satu penyusun UUD 1945, merupakan paham negara integralistik. Rakyatnya bersatu dengan pemerintahan untuk mewujudkan cita-cita Indonesia. Kemakmuran dan kebahagiaan bukan milik pribadi-pribadi yang diperoleh dengan cara merusak nasib orang lain. Hukum seharusnya menjadi alat pencegah kejahatan lingkungan hidup, pengendali perilaku, tapi malah berubah menjadi monster sosial, meluaskan lingkungan kematian. Negara demokrasi macam apa yang sedang berjalan ini?
Negara seharusnya segera mengubah paradigma tentang pembangunan ekonomi. Ruang negara ini harus ditata dengan konsep berpadu yang memerhatikan pelestarian fungsi ekologi. Kanal Timur yang dibuat Jakarta hanyalah solusi tambal sulam jika tak menyisakan lahan-lahan penyerapan air hujan. Bogor yang selama ini digunduli juga harus ditata ulang. Diperlukan ketegasan pemerintahan. Jika selama ini pemerintah sadis dalam menggusur masyarakat miskin yang dianggap mengganggu ketertiban, lantas mengapa tidak berani ’menggusur’ rumah-rumah mewah yang merusak fungsi pelestarian lingkungan hidup?
Negara ini sudah ratusan tahun terjajah. Kini setelah merdeka tak mampu menyelamatkan rakyat dari kutukan ketertindasan. Bahkan Indonesia hanya menjadi dapur ekonomi para raksasa dunia. Akibatnya, hanya penderitaan yang menjadi makanan rakyat Indonesia sehari-hari.
Keselamatan ekologis menjadi syarat keselamatan manusia sebab manusia hidup bergantung kepada alam. Kalau Indonesia menoleransi perusakan dan pencemaran alam atas nama pembangunan ekonomi, yang diterima hanya kehancuran, bukan kemajuan. Perangkat hukumnya sudah ada, tinggal ditegakkan!

Share |

10 Gejala Pemanasan Global

Bumi dan isinya adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, yang telah dititipkanNya kepada kita manusia untuk menjaganya. Akan tetapi terkadang manusia suka lupa dengan tanggung jawabnya sebagai manusi yang dikaruniai indra untuk selalu berbuat baik, termasuk didalamnya menjaga lingkungan hidup.
Lingkungan yang kian tahun semakin rusak karena ulah manusi, manusia yang seharusnya menjaga dan melestarikan. Yang pada akhirnya terjadilah bencana sebagai dampak dari perbuatannya. Banjir misalnya yang menenggelamkan lahan pertanian dan rumah, longsor yang juga banyak memakan korban jiwa. Bencana ini tentunya tidak datang dengan sendiri kalau bukan karena sebab.
Diharapkan semoga masyarakat akan lebih sadar bahwa pohon dan air adalah Sumber Kehidupan yang harus selalu kita jaga bersama demi kehidupan masa depan yang indah dalam nuansa sebatang pohon sejuta pesan


Ada yang bilang pemanasan global itu hanya khayalan para pecinta lingkungan. Ada yang bilang itu sudah takdir. Ilmuwan juga masih pro dan kontra soal itu. Yang pasti, fenomena alam itu bisa dirasakan dalam 10 kejadian berikut ini. Dan yang pasti ini bukan imajinasi belaka, sebab kita sudah mengalaminya.
1. Kebakaran hutan besar-besaran
Bukan hanya di Indonesia, sejumlah hutan di Amerika Serikat juga ikut terbakar ludes. Dalam beberapa dekade ini, kebakaran hutan meluluhlantakan lebih banyak area dalam tempo yang lebih lama juga. Ilmuwan mengaitkan kebakaran yang merajalela ini dengan temperatur yang kian panas dan salju yang meleleh lebih cepat. Musim semi datang lebih awal sehingga salju meleleh lebih awal juga. Area hutan lebih kering dari biasanya dan lebih mudah terbakar.
2. Situs purbakala cepat rusak
Akibat alam yang tak bersahabat, sejumlah kuil, situs bersejarah, candi dan artefak lain lebih cepat rusak dibandingkan beberapa waktu silam. banjir, suhu yang ekstrim dan pasang laut menyebabkan itu semua. Situs bersejarah berusia 600 tahun di Thailand, Sukhotai, sudah rusak akibat banjir besar belum lama ini.
3. Ketinggian gunung berkurang
Tanpa disadari banyak orang, pegunungan Alpen mengalami penyusutan ketinggian. Ini diakibatkan melelehnya es di puncaknya. Selama ratusan tahun, bobot lapisan es telah mendorong permukaan bumi akibat tekanannya. Saat lapisan es meleleh, bobot ini terangkat dan permukaan perlahan terangkat kembali.
4. Satelit bergerak lebih cepat
Emisi karbon dioksida membuat planet lebih cepat panas, bahkan berimbas ke ruang angkasa. Udara di bagian terluat atmosfer sangat tipis, tapi dengan jumah karbondioksida yang bertambah, maka molekul di atmosfer bagian atas menyatu lebih lambat dan cenderung memancarkan energi, dan mendinginkan udara sekitarnya. Makin banyak karbondioksida di atas sana, maka atmosfer menciptakan lebih banyak dorongan, dan satelit bergerak lebih cepat.
5. Hanya yang Terkuat yang Bertahan
Akibat musim yang kian tak menentu, maka hanya mahluk hidup yang kuatlah yang bisa bertahan hidup. Misalnya, tanaman berbunga lebih cepat tahun ini, maka migrasi sejumlah hewan lebih cepat terjadi. Mereka yang bergerak lambat akan kehilangan makanan, sementar mereka yang lebih tangkas, bisa bertahan hidup. Hal serupa berlaku bagi semua mahluk hidup termasuk manusia.
6. Pelelehan Besar-besaran
Bukan hanya temperatur planet yang memicu pelelehan gununges, tapi juga semua lapisan tanah yang selama ini membeku. Pelelehan ini memicu dasar tanah mengkerut tak menentu sehingga menimbulkan lubang-lubang dan merusak struktur seperti jalur kereta api, jalan raya, dan rumah-rumah. Imbas dari ketidakstabilan ini pada dataran tinggi seperti pegunungan bahkan bisa menyebabkan keruntuhan batuan.

7. Keganjilan di Daerah Kutub
Hilangnya 125 danau di Kutub Utara beberapa dekade silam memunculkan ide bahwa pemanasan global terjadi lebih “heboh” di daerah kutub. Riset di sekitar sumber airyang hilang tersebut memperlihatkan kemungkinan mencairnya bagian beku dasar bumi.

8. Mekarnya Tumbuhan di Kutub Utara
Saat pelelehan Kutub Utara memicu problem pada tanaman danhewan di dataran yang lebih rendah, tercipta pula situasi yang sama dengan saatmatahari terbenam pada biota Kutub Utara. Tanaman di situ yang dulu terperangkap dalam es kini tidak lagi dan mulai tumbuh. Ilmuwan menemukan terjadinya peningkatan pembentukan fotosintesis di sejumlah tanah sekitar dibanding dengan tanah di era purba.

9. Habitat Makhluk Hidup Pindah ke Dataran Lebih Tinggi
Sejak awal dekade 1900-an, manusia harus mendaki lebihtinggi demi menemukan tupai, berang-berang atau tikus hutan. Ilmuwan menemukan bahwa hewan-hewan ini telah pindah ke dataran lebih tinggi akibat pemanasan global. Perpindahan habitat ini mengancam habitat beruang kutub juga, sebab es tempat dimana mereka tinggal juga mencair.

10. Peningkatan Kasus Alergi
Sering mengalami serangan bersin-bersin dan gatal di matasaat musim semi, maka salahkanlah pemanasan global. Beberapa dekade terakhir kasus alergi dan asma di kalangan orang Amerika alami peningkatan. Pola hidupdan polusi dianggap pemicunya. Studi para ilmuwan memperlihatkan bahwa tingginya level karbondioksida dan temperatur belakangan inilah pemicunya. Kondisi tersebut juga membuat tanaman mekar lebih awal dan memproduksi lebih banyak serbuk sari.

Diterjemahkan secara bebas dari www.livescience.com


Masih berkaitan dengan mengurangi Global Warming tapi kali ini Dirumah……
1. Turunkan suhu AC Anda. Hindari penggunaan suhu maksimal. Gunakan AC pada tingkatan sampai kita merasa cukup nyaman saja. Dan cegah kebocoran dari ruangan ber-AC Anda. Jangan biarkan ada celah yang terbuka jika Anda sedang menggunakan AC Anda karena hal tersebut akan membuat AC bekerja lebih keras untuk mendinginkan ruangan Anda. Pada akhirnya hal ini akan menghemat tagihan listrik Anda.
2. Gunakan timer untuk menghindari lupa mematikan AC. Gunakanlah timer sesuai dengan kebiasaan Anda. Misalnya jam kantor Anda adalah pukul 8.00 sampai 17.00. Set timer AC Anda sesuai dengan jam kantor tersebut. Dengan begitu tidak ada lagi insiden lupa mematikan AC hingga keesokan harinya.
3. Gunakan pemanas air tenaga surya. Meskipun lebih mahal, dalam jangka panjang hal ini akan menghemat tagihan listrik Anda. (Bahkan saat ini sudah ada penerang jalan dengan tenaga surya).
4. Matikan lampu tidak terpakai dan jangan tinggalkan air menetes. Selain menghemat energi dan air bersih, ini akan menghemat banyak tagihan Anda.
5. Gunakan lampu hemat energi. Meskipun lebih mahal, rata-rata mereka lebih kuat 8 kali dan lebih hemat hingga 80 % dari lampu pijar biasa.
6. Maksimalkan pencahayaan dari alam. Gunakan warna terang di tembok, gunakan genteng kaca di plafon, maksimalkan pencahayaan melalui jendela.
7. Hindari posisi stand by pada elektronik Anda! Jika semua peralatan rumah tangga kita matikan (bukan dalam posisi stan by) maka kita akan mengurangi emisi CO2 yang luar biasa dari penghematan energi listrik. Gunakan colokan lampu yang ada tombol on-off-nya. Atau cabut kabel dari sumber listriknya.
8. Jika pengisian ulang baterai Anda sudah penuh, segera cabut! Telepon genggam, pencukur elektrik, sikat gigi elektrik, kamera, dan lain-lain. Jika sudah penuh segera cabut.
9. Kurangi waktu dalam membuka lemari es Anda. Untuk setiap menit Anda membuka pintu lemari es. Akan diperlukan 3 menit full energi untuk mengembalikan suhu kulkas ke suhu yang diinginkan.
10. Jangan membeli bunga potong. Jika daerah Anda bukan penghasil bunga hias, maka bisa dipastikan bunga itu dikirim dari tempat lain. Hal ini akan menghasilkan “jejak karbon” yang besar.
11.Potong makanan dalam ukuran yang lebih kecil. Ukuran potongan yang lebih kecil akan menggunakan energi lebih sedikit untuk memasaknya.
12. Gunakan air dingin untuk mencuci dan cucilah dalam jumlah banyak. Jika Anda memiliki keluarga kecil, tidaklah perlu setiap hari mencuci. Kumpulkanlah sampai kapasitas mesin cuci Anda terpenuhi, hal ini akan menghemat air, mengurangi pemakaian listrik dan juga mengurangi pencemaran akibat deterjen Anda.
13. Gunakan deterjen dan pembersih ramah lingkungan. Saat ini mungkin harganya memang lebih mahal. Tetapi bila Anda mampu, lakukanlah demi masa depan anak cucu kita.
14. Gunakan ulang perabotan rumah Anda. Jika Anda sudah bosan dengan perabotan Anda, Anda bisa melakukan obral di garasi rumah, berikan kepada orang lain. Atau bawa ke pengerajin untuk dimodifikasi sesuai keinginan Anda.
15. Donasikan mainan yang sudah tidak pantas untuk umur anak Anda. Hal ini akan mengurangi produksi mainan-mainan yang hanya akan terus menghabiskan sumber daya bumi kita.
16. Jika menggunakan deodorant atau produk-produk semprot lainnya, jangan menggunakan aerosol. Pilihan spray dengan kemasan botol kaca akan lebih baik. Aerosol juga penyumbang besar dalam pencemaran udara kita.
 sumber:
E-book GLOBAL WARMING
Disadur oleh: Agus R. dan Rudy S.



DALAM PERJALANAN
1. Berliburlah di dalam negeri dan gunakanlah transportasi darat! Sebab berlibur akan sangat meningkatkan jejak karbon Anda. Terutama jika dilakukan dengan menggunakan pesawat. Hal ini dapat mengurangi banyak sekali emisi karbon.Pesawat terbang merupakan penyumbang gas rumah kaca yang lebih signiikan daripada mobil atau kendaraan darat lainnya.
2. Kurangi perjalanan bisnis Anda. Teknologi sekarang sangat memungkinkan untuk melakukan teleconference, juga menyediakan begitu banyak metode berkomunikasi via internet. Ditambah lagi dengan makin murahnya biaya internet, Anda akan menghemat banyak pengeluaran perjalanan Anda, dan tentunya mengurangi jejak karbon Anda secara signiikan. Pengecualian dapat dilakukan untuk transaksi yang membutuhkan tanda tangan Anda atau yang benar-benar membutuhkan kehadiran Anda.
3. Gunakan handuk hotel Anda lebih dari satu hari. Anda akan menghemat salah satu seumber daya terpenting, yaitu air, dan juga mengurangi pencemaran akibat deterjen yang dipakai. Lebih jauh lagi, Anda menghemat energi dari mesin pencuci dan pengering yang digunakan.

ELEKTRONIK
1. Go rechargeable, gunakan peralatan dengan baterai yang bisa diisi ulang. Jika harus menggunakan yang satu kali buang gunakan lithium-ion (Li-Ion) dan nickel metal hydride (NiMH) sangat hemat biaya, efektif!
2. Utamakan hemat energi saat membeli peralatan elektronik. Misalnya pilihlah TV LCD daripada TV CRT (TV tabung konvensional). Carilah AC atau kulkas dengan konsumsi listrik terendah, dll. Saat ini tidak terlalu sulit untuk menemukan produk elektronik hemat energi karena produsen beramai-ramai mulai memfokuskan strategi pemasarannya ke produk-produk seperti itu. Lihat saja dari seberapa sering Anda melihat iklan-iklan AC hemat energi di media cetak maupun elektronik.
3. Gunakan lebih lama. Jangan mudah berganti alat elektronik yang memiliki fungsi sama. Jika terpaksa dilakukan, donasikan barang Anda yang lama.

ALAT KEBERSIHAN
1. Cleaner, greener, meaner. Meskipun masih lebih mahal, produk kebersihan yang ramah lingkungan sudah mulai hadir di supermarket. Belilah bila Anda mampu. Namun sebenarnya cuka dan baking soda bisa digunakan untuk pembersihan hampir barang apapun. Campurlah cuka dengan air hangat (50:50), larutan cuka air tersebut dapat digunakan sebagai pembersih serba guna.. Baking soda bisa digunakan untuk membersihkan bau pada karpet.
2. Pastikan rumah Anda memiliki sirkulasi udara yang baik. Ini sangat penting agar energi dan racun sekitar kita cepat bersih. Terutama saat membersihkannya.
3. Untuk kesegaran ruangan, tempatkan tumbuhan yang bisa hidup di dalam ruangan, akan sangat membantu kesegaran lingkungan Anda.
4. Untuk penanganan barang beracun, segera hubungi dinas kebersihan atau lingkungan di lingkungan Anda.

sumber:
E-book GLOBAL WARMING
Disadur oleh: Agus R. dan Rudy S.



Saat mengemudi juga kita bisa ikut serta dalam mengurangi Global Warming…
1. Gunakan mobil antar jemput untuk sekolah anak Anda, hal ini akan sangat mengurangi beban BBM Anda, sopir, dan cicilan kendaraan. Jika belum ada, mungkin Anda bisa memulainya, dan menjadikan sebagai bisnis Anda.
2. Kecil itu indah dan hemat. Jika Anda tidak bisa lepas dari penggunaan mobil, gunakanlah city car atau mobil dengan bahan bakar bio fuel, elektrik, hibrida, bahkan hidrogen, tergantung dari kemampuan Anda masing-masing. Tidak perlu membeli SUV besar 4 x 4 jika Anda tidak bekerja dipertambangan atau perkebunan. Gunakan kendaraan hibrida bila Anda mampu membelinya.
3. Ganti bahan bakar Anda! Gunakan bahan bakar alami atau yang dapat diperbaharui (di Indonesia tersedia bio solar dan bio pertamax). Luar biasa jika bisa Anda bisa menggunakan bahan bakar hidrogen.
4. Cek tekanan angin ban dan jadwal service Anda. Dari beberapa survei dipercaya menjaga kondisi mobil Anda pada kondisi optimal akan menghemat 5% penggunaan bahan bakar Anda.
5. Sewa mobil saat diperlukan. Jika mobil bukan sarana utama Anda maka menyewa adalah pilihan yang baik. Termasuk jika Anda hanya memerlukan kendaraan besar (Family Car atau SUV) untuk beberapa kesempatan saja. Penghematan dari cicilan ataupun bahan bakar harian Anda akan sangat terasa.
6. Matikan mesin saat menunggu di sekolah anak Anda atau saat terjadi kemacetan total. Ini sangat sering terjadi. Panas saat menunggu bisa dikurangi dengan menggunakan kaca ilm yang baik atau penghalang matahari yang banyak dijual di toko aksesoris mobil. Atau parkirkan mobil Anda ditempat yang rindang.
7. Berbagilah! Carilah rekan kerja, teman yang area kerjanya sejalan dengan tujuan kerja Anda. Anda bisa berbagi biaya perjalanan dengan mereka.
8. Belajarlah cara mengemudi yang baik. Ganti perseneling lebih awal bisa mengurangi konsumsi BBM hingga 15%. Jika mendekati kemacetan atau lampu lalu lintas berhentilah perlahan bukan dengan rem mendadak. Hindarkan mengemudi dengan kasar. Pindahkan gigi saat mencapai 2500-3000 rpm. Dan mengemudilah di batasan 1500-3000 rpm, beberapa survei mendapatkan hasil yang memuaskan dalam kehematan BBM dalam range tersebut.

Dalam Pekerjaan juga kita dapat mengurangi Global Warming untuk menyelamatkan bumi kita, menjadikannya tempat hidup yang lebih baik…
1. Makan siang dikantor. Jika kita sering makan diluar kantor dengan bungkusan dan rutin, lebih baik jika Anda membeli kotak makan atau tempat minum yang kuat dan bisa dipakai berulang kali. Hindari media bungkus plastik atau stereofoam (Berasal dari minyak bumi dan susah untuk diuraikan).
2. Gunakan kertas lebih sedikit. Gunakan e-mail internal Anda dan software perkantoran untuk membuat laporan internal. Cetaklah laporan/presentasi hanya jika diperlukan untuk melakukan kesepakatan dengan pihak luar.
3. Matikan peralatan kantor Anda. Matikan dari sumbernya. Jangan dibuat stand by, matikan UPS dan trafo. Jika perlu cabut dari sumber listriknya.
4. Gunakan e-banking. Alihkan tagihan kartu kredit Anda melalui penagihan lewat e-mail, beberapa bank di Indonesia sudah dapat melakukannya. Bank-bank di Indonesia saat ini umumnya telah menyediakan fasilitas e-banking yang sangat lengkap. Kita bisa melakukan hampir semua transaksi pembayaran, transfer, pembelian voucher, dan lain-lain melalui internet banking, bahkan mobile banking.Memaksimalkan penggunaan e-banking akan menghemat banyak waktu dan biaya Anda. Anda telah menghemat dan meyelamatkan banyak pohon dan konsumsi CO2 untuk proses pembuatan kertas. Anda juga menghemat sangat banyak konsumsi BBM yang dibutuhkan untuk pergi ke bank atau ke ATM.Mulailah belajar untuk menggunakan e-banking bila Anda belum biasa untuk menggunakannya. Jangan mengkhawatirkan masalah keamanan karena teknologi pengamanan jaringan perbankan saat ini sudah sangat canggih. Tidak akan ada masalah dalam hal keamanan apabila Anda mengikuti dengan baik cara-cara dan panduan yang disarankan untuk melakukan transaksi online dengan aman.
5. Bagi industri, mulailah untuk menggunakan sumber energi yang dapat diperbaharui (tenaga angin, air, surya, dll). Gunakan peralatan yang hemat listrik dan hemat energi, serta buatlah kebijakan/peraturan penghematan energi dan sumber daya di perusahaan Anda. Pilihlah teknologi yang ramah lingkungan, dan lakukanlah manajemen yang baik untuk menangani limbah industri Anda.Edukasi karyawan Anda untuk terbiasa bertanggung jawab dalam penggunaan energi dan sumber daya perusahaan. Tingkatkanlah kesadaran mereka mengenai kecintaan terhadap lingkungan, tidak dengan hanya membuat peraturan dan hukuman.Berkontribusilah bagi perlindungan dan keselamatan lingkungan sebagai bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan Anda. Lakukanlah program penanaman pohon, pembersihan lingkungan, dll. Pada akhirnya hal tersebut juga akan memberikan keuntungan bagi perusahaan Anda karena citra perusahaan Anda akan terangkat sebagai perusahaan yang beradab dan berbudaya.
Share |

Penghijauan sederhana demi masa depan yang berharga

Melanjutkan tulisan yang bertemakan Climate Security beberapa hari yang lalu tapi sebelumnya Aku mohon maaf jika tulisanku di bawah ini akan membuat tertawa sebagian orang. Alangkah bijaksana jika Anda ikut memberikan saran dan kritik untuk tulisanku ini agar dapat terwujud seperti yang aku pribadi dan kebanyakan masyarakat Indonesia harapankan. Seperti yang kita ketahui salah satu cara untuk ikut serta dalam proses pencegahan Global Warming adalah dengan Reboisasi. Tapi banyak di antara kita berfikir jika ikut berpartisipasi dalam kegiatan reboisasi akan membutuhkan biaya yang cukup besar karena kita harus membeli bibit tanaman. Sehingga kita dengan mudah mengambil kesimpulan bahwa melakukan reboisasi akan menambah pengeluaran pribadi dan bukan cara yang baik untuk dilakukan secara individu/perorangan. Di sini apabila kita cermati lebih lanjut sebenarnya penghijauan tidak harus dilakukan secara instant yang memerlukan biaya besar. Langsung saja cara yang Aku maksudkan yaitu dengan menerapkan proses pengembangbiakan vegetatif buatan. Cara ini ada beberapa macam yaitu stek, cangkok, okulasi, mengenten dan merunduk. Tetapi yang paling tepat dan cepat digunakan menurutku adalah cangkok.
Oiya ada pengalaman menarik untuk mencari bahan pendukung tulisan ini. Yaitu sewaktu aku mencari artikel tentang apa itu vegetatif buatan dan apa saja jenisnya. Aku sangat terkesan dengan menemukan sebuah blog berjudul “From Kids To Kids - Science Site” yang penulisnya adalah seorang anak SD berumur 10 tahun bernama Kathy Lilia dan ini adalah link yang ia tulis mengenai Mencangkok dan Okulasi. Dan yang membuatku tak kalah kagum adalah blogroll dia semuanya Blogger Cilik.
Pernah melihat iklan di televisi yang mengkampanyekan satu orang membuang satu sampah pada tempatnya? Iklan tersebut  menyerukan untuk melakukan hal kecil untuk membuat manfaat yang besar bagi semua orang. Jadi yang akan saya sampaikan adalah bagaimana jika setiap siswa di seluruh Indonesia ini diwajibkan melaksanakan pencangkokan tanaman mungkin untuk tahap awal sekali dalam setahun. Dan hasilnya tersebut dapat disumbangkan ke pemerintah terkait untuk dilaksanakan penghijauan. Serta menghimbau siswa untuk mengajak keluarga dan tetangga mereka agar ikut melaksanakan kegiatan ini. Kenapa siswa-siswi yang tidak bersalah yang harus bekerja di sini? Kenapa bukan kita? Padahal kitalah yang menyebabkan hutan-hutan menjadi gundul.
Manfaat dari kegiatan ini menurutku cukup banyak antara lain, mengenalkan siswa terhadap bahaya Global Warming, melatih siswa untuk melaksanakan kegiatan reboisasi sejak dini dan juga mendidik siswa untuk peduli dan cinta terhadap lingkungan. Masih banyak manfaat positif lainnya. Akan tetapi saya juga melihat beberapa hambatan mengenai program ini. Yang pertama, Siapa yang akan menyerukan program ini untuk diwajibkan dan disosialisasikan. Kedua, Tanaman apa yang cocok/memenuhi syarat untuk reboisasi dan juga mudah untuk dicangkok serta ditemukan oleh siswa-siswi. Ketiga, Jika tanaman tersebut siap ditanam, siapa yang bertugas untuk mengumpulkan, melaksanakan dan mengawasi proses reboisasi itu. Dan untuk mengatasi hal tersebut aku akan melakukan backlink ke halaman 10 Juta Pohon dari Organisasi Perempuan (somoga terdapat fasilitas trackback di applikasi web presidensby[dot]info sehingga tulisan ini dapat dibaca oleh redaksi dan disampaikan kepada Ibu Hj. Kristiani Herawati, amin). Aku yakin Ibu Ani akan percaya dan mendukung jika siswa-siswi di Indonesia juga mampu melawan Climate Crisis. Atau mungkin jika nanti banyak masyarakat yang mendukung program ini ada akan ada salah satu diantara temen-temen yang mengirim surat kepada pihak-pihak terkait untuk ikut serta melancarkan program ini.
Dan Aku pikir tahun ajaran yang baru ini saat yang tepat untuk memulai. Beberapa hari yang lalu aku membaca harian Kedaulatan Rakyat bahwa salah satu Sekolah Menengah Atas kota Yogyakarta yaitu SMAN 6 Yogyakarta mengakadakan kegiatan peduli lingkungan di hari terakhir kegiatan Masa Orientasi Siswa(MOS) dengan menanam pohon langka (kepel dan sawo bludru). Mungkin ada sekolah-sekolah lain di Indonesia yang mengadakan kegiatan serupa. Dan ini bisa dijadikan alasan jika kegiatan peduli lingkungan bisa dikenalkan kepada siswa baru pasti juga bisa dikenalkan dan dilakukan oleh kakak-kakak kelas mereka.
Share |

Emisi Karbon: Penyebab Utama Perubahan Iklim

Membicarakan tentang fenomena perubahan iklim pasti tidak terlepas dari memperbincangkan mengenai emisi karbon. Emisi karbon adalah salah satu penyebab utama pemanasan global yang menimbulkan efek perubahan iklim. Jenis gas rumah kaca yang memberikan sumbangan paling besar bagi emisi gas rumah kaca adalah karbondioksida, metana, dan dinitro oksida. Sebagian besar dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil (minyak bumi dan batu bara) di sektor energi dan transportasi Selain itu, adanya pembalakan liar mengakibatkan hutan kita luasnya banyak berkurang.
Sementara, untuk gas rumah kaca lainnya hanya menyumbang emisi kurang dari 1%. Karbondioksida menyumbang 75% emisi gas rumah kaca, sehingga dapat disimpulkan bahwa konsentrasi gas rumah kaca dapat meningkat drastis akibat emisi karbondioksida dan gas-gas rumah kaca yang dihasilkan oleh pelbagai aktivitas manusia di muka bumi ini.
Secara global, 25% atau seperempat dari seluruh emisi karbondioksida dunia berasal dari masalah-masalah kehutanan, sedangkan sisanya dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil, yaitu minyak bumi dan batu bara. Pembakaran bahan bakar fosil ini bersumber dari:
  • 36% dari industri energi (pembangkit listrik/kilang minyak dan industri lain)
  • 27% dari sektor transportasi
  • 21% dari sektor industri
  • 15% dari sektor rumah tangga & jasa
  • 1% dari sektor lain-lain.
Lima negara penghasil emisi karbondioksida terbesar di dunia disumbangkan oleh negara – negara maju. Negara – negara tersebut adalah Amerika Serikat, Kanada, Jerman, Inggris, dan Jepang. Sebagian besar dari emisi karbon dioksida yang dihasilkan kelima negara tersebut berasal dari sektor industri dan transportasi. Amerika Serikat bahkan menjadi penyumbang 720 juta ton emisi gas rumah kaca setara karbon dioksida, atau sekitar 25% dari total emisi gas karbon dioksida dari seluruh negara.
Share |

P-MEN Sangat Menghargai Alam

Alam selayaknya kita hargai sepenuh hati, terutama di kala kita berada di tengahnya untuk berkegiatan alam bebas. Karena sepenuhnya, tatkala kita di alam, keadaan kita tergantung pada keramahan dan kebaikan alam. Tetapi, apa yang terjadi selama ini jika kita mencoba mendaki tingginya gunung dan mengagumi indahnya alam? Perusakan dan mengotori alam seolah menjadi budaya wajib penggiat alam bebas. Dan yang paling jelas sering kita temukan adalah Vandalisme atau mencorat - coret batu maupun pepohonan di alam bebas.


Menulis itu indah, romantis dan menawarkan haru jika kita suatu saat membaca tulisan lama itu kembali beberapa tahun yang akan datang. Tulisan yang menceritakan tentang romantisme perjalanan kita tatkala berjalan kaki mengelilingi splendid 
Indonesia ini. Tapi tidak di bebatuan!

Sebut saja 
vandalisme gunung, mencoret - coret batuan, pohon maupun setiap benda yang sejatinya tetap sederhana untuk tetap berdiri apa adanya. Namun itu semua sudah terlanjur, tak ada guna bila tetap menghujat apa yang sudah tercoret di batuan atau pohon itu. Sekarang, tinggal bagaimana kita bergerak untuk menghapus seluruh kata vandalisme di gunung itu. Dan menolak setiap bentuk vandalisme setelah batuan itu bersih.

Cobalah bagi para 
pendaki gunung, ketika mendaki, bawalah amplas yang hanya seharga Rp 2000, lalu pilihlah satu kata yang tercoret di batuan ataupun pohon. Hapuslah kata itu, lalu terbangkan ke udara agar batuan dan pohon itu tetaplah sederhana tanpa coretan manusia. Satu kata vandalisme akan terhapus ketika satu orang mendaki gunung, dan ribuan pendaki di setiap minggunya akan menerbangkan ribuan kata itu pula ke udara.

Janganlah menghujat vandalisme di batuan itu, lebih santun apabila kita berpikir secara seimbang dan menganggap vandalisme batuan itu sebagai seekor burung yang patut dikeluarkan dari sangkarnya. Mari "
keluarkan burung itu dari sangkarnya, hapus kata - kata itu dari batuannya".
JANGAN BUANG SEGALA SAMPAH DI ALAM DAN GUNUNG

Sampah dalam arti segala sampah atau kotoran lebih baik jika kita dari awal pendakian membawa plastik besar untuk menampung sampah dan nantinya bisa kita tempatkan sampah tadi ditempat semestinya. Kasihan alam jika harus menerima yang bukan hak dan kewajibannya. Ataupun sampah yang lebih parah lagi, yakni kita buang air besar di gunung dan ditengah rimba, tanpa kita bisa membersihkannya. Cobalah persiapkan sejak dini keadaan raga kita, atau jika memang terpaksa kita harus buang air besar, carilah tempat yang selayaknya, di sungai ditengah rimba, ataupun jika tidak, cobalah benamkan kotoran kita kedalam tanah, bukan disembarang tempat, semisal di jalur pendakian, seperti jalur pendakian 
Gunung Merbabu setelah Pasar Setan menuju puncak Menara. Bau kotoran manusia saat siang hari dan panas terik akan sangat menusuk hidung. Sopankah?

Mari kita redam rasa egois kita dengan turut serta menjaga dan merawat 
alam kepunyaanTuhan dan punya manusia untuk di nikmati megah dan indahnya. Cintai alam sepenuh hati, agar bumi bernafas kembali.
Share |
 
Copyright © 2011 From P-MEN

Regards for World and for Green My World

Ant Activist With Love for All