Showing posts with label karya tulis non ilmiah. Show all posts
Showing posts with label karya tulis non ilmiah. Show all posts

Indonesia Dinamis (ID) dengan "Web Hosting" Murah, Berkualitas nan Tangguh.

Salam Dinamis.

Semakin berkedip blogger Indonesia semakin kaya akan ilmu perdunia mayaannya ya..  Sempat terpikirkan sejak awal mula P-MEN ngeblog tiba-tiba muncul  pertanyaan; gimana ya caranya membangun web/blog yang semua pengunjung/pebisnis bisa gabung di satu web/blog saja, agar bisa mempromosikan produk-produk unggulan Indonesia secara maksimal, dengan tampilan yang simple. Dan walaupun banyak hal yang dibahas di satu blog/web agar tidak ribet, dan mudah dicari?. Mungkin ini salah satu pertanyaan besar untuk para penggelut dunia maya di Indonesia, apalagi bagi pemula, hoohoohoo... Sedikit demi sedikit dengan seiring waktu konsep dalam pembloggeran  mulai berkembang, hal ini dipengarungi dengan adanya kemudahan-kemudahan dan kenyamanan fasilitas dari blog bawaannya sendiri maupun dari situs-situs penyedia layanan seperti ads,  hosting, widget, dan  dalam mempromokasikan blog/webnya mulai dibuat nyata, mudah, dan praktis serta bijaksana.

Melihat perkembangan pesat ini, telah terbit satu inovasi lokal  dalam sisi hosting,  Web hosting sangat kita butuhkan untuk menjawab pertanyaan saya diatas tadi, tentunya kita membutuhkan  fitur Web hosting yang sangat berkualitas, sebenarnya untuk menjawab kendala  terswebut, sebelumnya saya berpikir beberapa kali, web jenis portal memang sangat membutuhkan hosting tangguh, utamanya untuk para pebisnis di Indonesia. Dalam pengembangan kerangka kategori bisnis sangat banyak jenisnya. Inilah salah satu halangan yang memang harus dihadapi, tapi tidak perlu mundur bahkan gentar ya... :) karena sudah ada pelayanan ramah 24 jam melayani  hosting berkualitas di Indonesia. ya, Web hosting Indonesia yang satu-satunya  telah banyak membantu pebisnis online di Indonesia. Terutama dalam bidang online shop, waah, cocok baget jika memanfaatkan layanan .unlimited. dari hosting yang berkualitas tersebut.

Saya hanyalah blogger yang suka menulis, apalagi jika tentang lingkungan hidup. Dari sini saya juga hobbi sekali mengunjungi blog/web yang asli kreatifitas anak bangsa dan  ternyata fitur-fitur blog, terutama "WEB"  belum bisa saya katakan maksimal dan  'Dinamis'. Apalagi sekarang teknologi baru di bidang web terus berkembang  dan selalu bermunculan. Web portal bisnis di Indonesia terus bermunculan, ada juga yang menghilang tanpa jejak (bangkrut mungkin, hehehe). ngak kok, ya karena disebabkan layanan hosting yang membebaninya. Sensasi menggeluti bisnis apapun akan serasa sedang ikut dalam perjalanan maraton atau bertahap yang tidak mungkin bisa survive dalam waktu 1 tahun saja saya pastikan lebih dari 1 tahun. Lalu saya berpikir sebenarnya apa sih yang bisa dilakukan pengembang web agar web itu bisa .suksEs.??????
Ternyata memang benar, mental bisnis harus tetap dibangun dan dijaga (profesional). Dan kebanyakan web yang menghilang itu karena kurangnya rasa memiliki bisnis dan kepercayaan diri, sehingga banyak faktor yang dapat didefinisikan seperti: maintenancenya kurang, tidak ada interaksi dengan user (Ramah), fitur-fitur kelengkapan web tidak dikembangkan dan dijaga, hingga masalah klasik clash antara perintis yang memiliki idealis yang berbeda antara pengelola web dan pengunjung. Dari hal ini yuuk kita budayakan dan lestarikan blogger dan webster :D Indonesia, Bagi yang sudah memiliki web, seperti yang saya bilang sebelumnya, daripada duit kita diberikan kepada layanan hosting luar negeri, alangkah mulyanya jika kita gunakan karya anak bangsa, begitu juga kualitas dan layanannya sama, bahkan lebih dari layanan luar negeri. terutama dalam hal harga yang memang menjadi titik tumpu  pertimbangan bagi pebisnis online indonesia, nah,,, dengan  .hosting murah. tentu kita semakin semagat untuk mengembangkan web yang kita miliki.

Bagi saudara-saudara pebisnis online, baik itu blog, web blog, web portal, online shop, forum-forum lainya, serius tidak membangun situsnya??? ingin rame tidak situsnya??? hayo jujur ya..(pasti jawabnya YA), hhms... selain usaha meningkatkan traffic, kita juga dapa menghemat biaya dalam menggunakan hosting, yang dimaksud hosting unlimited nan murah, berkualis tadi adalah hosting milik IDwebhost, sudah tau kan? memang dari fakta yang ada, IDwebhost sudah menjadi sarana hosting terbaik bagi blog/web di dunia (umumnya) dan Asia (khususnya) serta Indonesia (Tentunya). Instalasi web yang mudah menjadi kebanggan bagi para pemula blog/web, dan keuntungan bagi web/blogger senior menggunakan hosting dari IDwebhost tersebut adalah mempermudah lajunya ranking blog/web di eyang Google, support dari google memberikan kenyamanan dan kelangsungan blog/web untuk menjadi lebig besar lagi. Jadi cobain saja web anda menggunakan CMS dari IDwebhost, sekedar saran bahwa hal ini sudah banyak dialami oleh situs-situs terdepan di Indonesia. Selain hosting yang berkualitas tersebut, saya akan membuktikan tulisan kali ini yang benar-benar memberikan terobosan spektakuler bagi kita semua, MUiRAH..!!! seperti yang saya katakan, "Aah masak ada hosting murah, semua hosting pasti mahal P-MEN" Baiklah kita bandingkan dengan layanan hosting lainnya, IDwebhost dikatakan murah karena keberaniannya yang memberikan harga hosting senilai Rp. 1000,- Doang saudara, BAYANGKAAN..!!!! Eiits... harga murah tidak berarti murahan lho. Semua perusahaan tetap menjaga kualitas dan mutu yang dimilikinya, hayoo, hosting mana yang lebih relevan lagi? coba check saja jika saudara tidak yakin klik wes disini.
Layanan berkualitas ini telah banyak membius pebisnis online Indonesia, server stabil dan cepat yang dimiliki menjadi benang merah bagi pebisnis online, "kenapa hanya pebisnis P-MEN?"  Eiits, tentu diminati pebisnis (khususnya) dan buat pribadi juga sangat menunjang, karena disatu sisi IDwebhost tersebut memiliki sistem waralaba yang sama-sama menguntungkan, baik bagi customer, member, seluruh pewaralaba bahkan IDwebhost sendiri sama-sama meningkatkan traffic dengan satu brand (IDwebhost).
Lho, kok malah merunding yang punya web saja sih. hmmss... Sejak tahun 2010 pengguna  blog di INDONESIA seperti blogspot, wordpress, friendster, dll membludak bukan main, khususnya pelajar/kalangan anak muda yang masih gengsi-gengsinya dalam batinnya, sedikit kurang percaya diri jika menyebutkkan blognya yang SUBDOMAIN. yaelahh gengsi kegedean, :) tapi tidak masalah kok, di IDwebhost juga menyediakan layanan bloghosting hanya dengan harga 95ribu/tahun, sudah mendapat hosting dan nama domain keren seperti yang awalnya, misal; gayus-tambunan.blogspot.com akan diganti gayus-tambunan.com hanya 95ribu lho.. langsung saja saudara transfer blogspotnya dengan klik disini.  Ouups,, tidak hanya itu saja, bagi yang mau lebih mudah tapi tidak punya blogspot/wordpres, menggunakan facebook juga bisa lho, harganya juga sama sepert transfer blogspot. yang mulanya www.facebook.com/gayustambunan/  bisa menjadi blogweb seperti www.gayustambunan.com langsung saja saudara, tidak perlu pikir lagi, dari pada update status, 1 menit habis sudah tersisih timeline status orang lain, mending nulis di blog wes, gak bakal hilang tulisan saudara, bahkan menjadi pembelajaran bagi pembaja/pengunjung ke blog saudara. masih mau mikir??? klik wes disini dan nikmati layanan baik tersebut. 
Dinamis bukan???? lebih-lebih bisa mustahil dengan harga domain yang miring dari IDwebhost, kebayang ngak sih harga domain xxxx.ORG senilai 35ribu  dan xxxx.NET cukup dengan 65ribu Harga tersebut sudah saya check diberbagai layanan domain dan hosting tapi tidak seheboh gitu saudara, tongkrongin saja terus IDwebhost, 1 bulan yang lalu liat-liat, disana niat P-MEN mau bikin web, eh sudah abis promo gratis buat xxxx.ORG dan xxxx.NET nya. sediih. :'( tapi sudah dapat info baru kalo tiap hari senin jam 2 s/d 4 sore domain ORG gratis lho. dan di hari kamis dengan jam yang sama giliran domain NET yang gratis, tongkrongin terus IDwebhost wes, sapa tau kebetulan ada webhosting gila-gilaan. :) jangan mikir negatifnya ya, karena layanan hosting terbaik ini sangat amat bertanggung jawab, lebih-lebih memberikan garansi atas pelayanannya. COBAIN..!!!!
DINAMIS..!!!! Jika kembali  berbicara untuk yang sudah memiliki web. Rasain kualitas bukan kwalitas lho, dan kuantitas bukan juga kwantitas lho, dari IDwebhost akan fitur yang selalu update, jadi tidak akan pernah ketinggalan deh web kita, software dan hardware canggih yang dimiliki IDwebhost tersebut, tidak dapat di kucilkan lagi. Saudara memang tidak percaya dengan tulisan ini, memang sih jika tidak dicoba selalu berkata tidak percaya. namun setelah cobain hosting yang tangguh, dan berkualitas tersebut, saya yakin web anda cepat mendapat pagerank tidak diatas 5 dan saudarapun juga tidak merasa rugi dengan hosting terbaik di INDONESIA ini.
Dengan penuh rasa hormat atas kesehatan dan kelestarian para blogger Indonesia, mari kita sama-sama menuju Indonesia pintar dengan rasa dinamis kita gunakan layanan dalam negeri. Salam P-MEN buat semua: 
. KITA ADALAH ANDA YANG MERASA DIRI ANDA ADALAH KITA.  
Share |

10 Gejala Pemanasan Global

Bumi dan isinya adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, yang telah dititipkanNya kepada kita manusia untuk menjaganya. Akan tetapi terkadang manusia suka lupa dengan tanggung jawabnya sebagai manusi yang dikaruniai indra untuk selalu berbuat baik, termasuk didalamnya menjaga lingkungan hidup.
Lingkungan yang kian tahun semakin rusak karena ulah manusi, manusia yang seharusnya menjaga dan melestarikan. Yang pada akhirnya terjadilah bencana sebagai dampak dari perbuatannya. Banjir misalnya yang menenggelamkan lahan pertanian dan rumah, longsor yang juga banyak memakan korban jiwa. Bencana ini tentunya tidak datang dengan sendiri kalau bukan karena sebab.
Diharapkan semoga masyarakat akan lebih sadar bahwa pohon dan air adalah Sumber Kehidupan yang harus selalu kita jaga bersama demi kehidupan masa depan yang indah dalam nuansa sebatang pohon sejuta pesan


Ada yang bilang pemanasan global itu hanya khayalan para pecinta lingkungan. Ada yang bilang itu sudah takdir. Ilmuwan juga masih pro dan kontra soal itu. Yang pasti, fenomena alam itu bisa dirasakan dalam 10 kejadian berikut ini. Dan yang pasti ini bukan imajinasi belaka, sebab kita sudah mengalaminya.
1. Kebakaran hutan besar-besaran
Bukan hanya di Indonesia, sejumlah hutan di Amerika Serikat juga ikut terbakar ludes. Dalam beberapa dekade ini, kebakaran hutan meluluhlantakan lebih banyak area dalam tempo yang lebih lama juga. Ilmuwan mengaitkan kebakaran yang merajalela ini dengan temperatur yang kian panas dan salju yang meleleh lebih cepat. Musim semi datang lebih awal sehingga salju meleleh lebih awal juga. Area hutan lebih kering dari biasanya dan lebih mudah terbakar.
2. Situs purbakala cepat rusak
Akibat alam yang tak bersahabat, sejumlah kuil, situs bersejarah, candi dan artefak lain lebih cepat rusak dibandingkan beberapa waktu silam. banjir, suhu yang ekstrim dan pasang laut menyebabkan itu semua. Situs bersejarah berusia 600 tahun di Thailand, Sukhotai, sudah rusak akibat banjir besar belum lama ini.
3. Ketinggian gunung berkurang
Tanpa disadari banyak orang, pegunungan Alpen mengalami penyusutan ketinggian. Ini diakibatkan melelehnya es di puncaknya. Selama ratusan tahun, bobot lapisan es telah mendorong permukaan bumi akibat tekanannya. Saat lapisan es meleleh, bobot ini terangkat dan permukaan perlahan terangkat kembali.
4. Satelit bergerak lebih cepat
Emisi karbon dioksida membuat planet lebih cepat panas, bahkan berimbas ke ruang angkasa. Udara di bagian terluat atmosfer sangat tipis, tapi dengan jumah karbondioksida yang bertambah, maka molekul di atmosfer bagian atas menyatu lebih lambat dan cenderung memancarkan energi, dan mendinginkan udara sekitarnya. Makin banyak karbondioksida di atas sana, maka atmosfer menciptakan lebih banyak dorongan, dan satelit bergerak lebih cepat.
5. Hanya yang Terkuat yang Bertahan
Akibat musim yang kian tak menentu, maka hanya mahluk hidup yang kuatlah yang bisa bertahan hidup. Misalnya, tanaman berbunga lebih cepat tahun ini, maka migrasi sejumlah hewan lebih cepat terjadi. Mereka yang bergerak lambat akan kehilangan makanan, sementar mereka yang lebih tangkas, bisa bertahan hidup. Hal serupa berlaku bagi semua mahluk hidup termasuk manusia.
6. Pelelehan Besar-besaran
Bukan hanya temperatur planet yang memicu pelelehan gununges, tapi juga semua lapisan tanah yang selama ini membeku. Pelelehan ini memicu dasar tanah mengkerut tak menentu sehingga menimbulkan lubang-lubang dan merusak struktur seperti jalur kereta api, jalan raya, dan rumah-rumah. Imbas dari ketidakstabilan ini pada dataran tinggi seperti pegunungan bahkan bisa menyebabkan keruntuhan batuan.

7. Keganjilan di Daerah Kutub
Hilangnya 125 danau di Kutub Utara beberapa dekade silam memunculkan ide bahwa pemanasan global terjadi lebih “heboh” di daerah kutub. Riset di sekitar sumber airyang hilang tersebut memperlihatkan kemungkinan mencairnya bagian beku dasar bumi.

8. Mekarnya Tumbuhan di Kutub Utara
Saat pelelehan Kutub Utara memicu problem pada tanaman danhewan di dataran yang lebih rendah, tercipta pula situasi yang sama dengan saatmatahari terbenam pada biota Kutub Utara. Tanaman di situ yang dulu terperangkap dalam es kini tidak lagi dan mulai tumbuh. Ilmuwan menemukan terjadinya peningkatan pembentukan fotosintesis di sejumlah tanah sekitar dibanding dengan tanah di era purba.

9. Habitat Makhluk Hidup Pindah ke Dataran Lebih Tinggi
Sejak awal dekade 1900-an, manusia harus mendaki lebihtinggi demi menemukan tupai, berang-berang atau tikus hutan. Ilmuwan menemukan bahwa hewan-hewan ini telah pindah ke dataran lebih tinggi akibat pemanasan global. Perpindahan habitat ini mengancam habitat beruang kutub juga, sebab es tempat dimana mereka tinggal juga mencair.

10. Peningkatan Kasus Alergi
Sering mengalami serangan bersin-bersin dan gatal di matasaat musim semi, maka salahkanlah pemanasan global. Beberapa dekade terakhir kasus alergi dan asma di kalangan orang Amerika alami peningkatan. Pola hidupdan polusi dianggap pemicunya. Studi para ilmuwan memperlihatkan bahwa tingginya level karbondioksida dan temperatur belakangan inilah pemicunya. Kondisi tersebut juga membuat tanaman mekar lebih awal dan memproduksi lebih banyak serbuk sari.

Diterjemahkan secara bebas dari www.livescience.com


Masih berkaitan dengan mengurangi Global Warming tapi kali ini Dirumah……
1. Turunkan suhu AC Anda. Hindari penggunaan suhu maksimal. Gunakan AC pada tingkatan sampai kita merasa cukup nyaman saja. Dan cegah kebocoran dari ruangan ber-AC Anda. Jangan biarkan ada celah yang terbuka jika Anda sedang menggunakan AC Anda karena hal tersebut akan membuat AC bekerja lebih keras untuk mendinginkan ruangan Anda. Pada akhirnya hal ini akan menghemat tagihan listrik Anda.
2. Gunakan timer untuk menghindari lupa mematikan AC. Gunakanlah timer sesuai dengan kebiasaan Anda. Misalnya jam kantor Anda adalah pukul 8.00 sampai 17.00. Set timer AC Anda sesuai dengan jam kantor tersebut. Dengan begitu tidak ada lagi insiden lupa mematikan AC hingga keesokan harinya.
3. Gunakan pemanas air tenaga surya. Meskipun lebih mahal, dalam jangka panjang hal ini akan menghemat tagihan listrik Anda. (Bahkan saat ini sudah ada penerang jalan dengan tenaga surya).
4. Matikan lampu tidak terpakai dan jangan tinggalkan air menetes. Selain menghemat energi dan air bersih, ini akan menghemat banyak tagihan Anda.
5. Gunakan lampu hemat energi. Meskipun lebih mahal, rata-rata mereka lebih kuat 8 kali dan lebih hemat hingga 80 % dari lampu pijar biasa.
6. Maksimalkan pencahayaan dari alam. Gunakan warna terang di tembok, gunakan genteng kaca di plafon, maksimalkan pencahayaan melalui jendela.
7. Hindari posisi stand by pada elektronik Anda! Jika semua peralatan rumah tangga kita matikan (bukan dalam posisi stan by) maka kita akan mengurangi emisi CO2 yang luar biasa dari penghematan energi listrik. Gunakan colokan lampu yang ada tombol on-off-nya. Atau cabut kabel dari sumber listriknya.
8. Jika pengisian ulang baterai Anda sudah penuh, segera cabut! Telepon genggam, pencukur elektrik, sikat gigi elektrik, kamera, dan lain-lain. Jika sudah penuh segera cabut.
9. Kurangi waktu dalam membuka lemari es Anda. Untuk setiap menit Anda membuka pintu lemari es. Akan diperlukan 3 menit full energi untuk mengembalikan suhu kulkas ke suhu yang diinginkan.
10. Jangan membeli bunga potong. Jika daerah Anda bukan penghasil bunga hias, maka bisa dipastikan bunga itu dikirim dari tempat lain. Hal ini akan menghasilkan “jejak karbon” yang besar.
11.Potong makanan dalam ukuran yang lebih kecil. Ukuran potongan yang lebih kecil akan menggunakan energi lebih sedikit untuk memasaknya.
12. Gunakan air dingin untuk mencuci dan cucilah dalam jumlah banyak. Jika Anda memiliki keluarga kecil, tidaklah perlu setiap hari mencuci. Kumpulkanlah sampai kapasitas mesin cuci Anda terpenuhi, hal ini akan menghemat air, mengurangi pemakaian listrik dan juga mengurangi pencemaran akibat deterjen Anda.
13. Gunakan deterjen dan pembersih ramah lingkungan. Saat ini mungkin harganya memang lebih mahal. Tetapi bila Anda mampu, lakukanlah demi masa depan anak cucu kita.
14. Gunakan ulang perabotan rumah Anda. Jika Anda sudah bosan dengan perabotan Anda, Anda bisa melakukan obral di garasi rumah, berikan kepada orang lain. Atau bawa ke pengerajin untuk dimodifikasi sesuai keinginan Anda.
15. Donasikan mainan yang sudah tidak pantas untuk umur anak Anda. Hal ini akan mengurangi produksi mainan-mainan yang hanya akan terus menghabiskan sumber daya bumi kita.
16. Jika menggunakan deodorant atau produk-produk semprot lainnya, jangan menggunakan aerosol. Pilihan spray dengan kemasan botol kaca akan lebih baik. Aerosol juga penyumbang besar dalam pencemaran udara kita.
 sumber:
E-book GLOBAL WARMING
Disadur oleh: Agus R. dan Rudy S.



DALAM PERJALANAN
1. Berliburlah di dalam negeri dan gunakanlah transportasi darat! Sebab berlibur akan sangat meningkatkan jejak karbon Anda. Terutama jika dilakukan dengan menggunakan pesawat. Hal ini dapat mengurangi banyak sekali emisi karbon.Pesawat terbang merupakan penyumbang gas rumah kaca yang lebih signiikan daripada mobil atau kendaraan darat lainnya.
2. Kurangi perjalanan bisnis Anda. Teknologi sekarang sangat memungkinkan untuk melakukan teleconference, juga menyediakan begitu banyak metode berkomunikasi via internet. Ditambah lagi dengan makin murahnya biaya internet, Anda akan menghemat banyak pengeluaran perjalanan Anda, dan tentunya mengurangi jejak karbon Anda secara signiikan. Pengecualian dapat dilakukan untuk transaksi yang membutuhkan tanda tangan Anda atau yang benar-benar membutuhkan kehadiran Anda.
3. Gunakan handuk hotel Anda lebih dari satu hari. Anda akan menghemat salah satu seumber daya terpenting, yaitu air, dan juga mengurangi pencemaran akibat deterjen yang dipakai. Lebih jauh lagi, Anda menghemat energi dari mesin pencuci dan pengering yang digunakan.

ELEKTRONIK
1. Go rechargeable, gunakan peralatan dengan baterai yang bisa diisi ulang. Jika harus menggunakan yang satu kali buang gunakan lithium-ion (Li-Ion) dan nickel metal hydride (NiMH) sangat hemat biaya, efektif!
2. Utamakan hemat energi saat membeli peralatan elektronik. Misalnya pilihlah TV LCD daripada TV CRT (TV tabung konvensional). Carilah AC atau kulkas dengan konsumsi listrik terendah, dll. Saat ini tidak terlalu sulit untuk menemukan produk elektronik hemat energi karena produsen beramai-ramai mulai memfokuskan strategi pemasarannya ke produk-produk seperti itu. Lihat saja dari seberapa sering Anda melihat iklan-iklan AC hemat energi di media cetak maupun elektronik.
3. Gunakan lebih lama. Jangan mudah berganti alat elektronik yang memiliki fungsi sama. Jika terpaksa dilakukan, donasikan barang Anda yang lama.

ALAT KEBERSIHAN
1. Cleaner, greener, meaner. Meskipun masih lebih mahal, produk kebersihan yang ramah lingkungan sudah mulai hadir di supermarket. Belilah bila Anda mampu. Namun sebenarnya cuka dan baking soda bisa digunakan untuk pembersihan hampir barang apapun. Campurlah cuka dengan air hangat (50:50), larutan cuka air tersebut dapat digunakan sebagai pembersih serba guna.. Baking soda bisa digunakan untuk membersihkan bau pada karpet.
2. Pastikan rumah Anda memiliki sirkulasi udara yang baik. Ini sangat penting agar energi dan racun sekitar kita cepat bersih. Terutama saat membersihkannya.
3. Untuk kesegaran ruangan, tempatkan tumbuhan yang bisa hidup di dalam ruangan, akan sangat membantu kesegaran lingkungan Anda.
4. Untuk penanganan barang beracun, segera hubungi dinas kebersihan atau lingkungan di lingkungan Anda.

sumber:
E-book GLOBAL WARMING
Disadur oleh: Agus R. dan Rudy S.



Saat mengemudi juga kita bisa ikut serta dalam mengurangi Global Warming…
1. Gunakan mobil antar jemput untuk sekolah anak Anda, hal ini akan sangat mengurangi beban BBM Anda, sopir, dan cicilan kendaraan. Jika belum ada, mungkin Anda bisa memulainya, dan menjadikan sebagai bisnis Anda.
2. Kecil itu indah dan hemat. Jika Anda tidak bisa lepas dari penggunaan mobil, gunakanlah city car atau mobil dengan bahan bakar bio fuel, elektrik, hibrida, bahkan hidrogen, tergantung dari kemampuan Anda masing-masing. Tidak perlu membeli SUV besar 4 x 4 jika Anda tidak bekerja dipertambangan atau perkebunan. Gunakan kendaraan hibrida bila Anda mampu membelinya.
3. Ganti bahan bakar Anda! Gunakan bahan bakar alami atau yang dapat diperbaharui (di Indonesia tersedia bio solar dan bio pertamax). Luar biasa jika bisa Anda bisa menggunakan bahan bakar hidrogen.
4. Cek tekanan angin ban dan jadwal service Anda. Dari beberapa survei dipercaya menjaga kondisi mobil Anda pada kondisi optimal akan menghemat 5% penggunaan bahan bakar Anda.
5. Sewa mobil saat diperlukan. Jika mobil bukan sarana utama Anda maka menyewa adalah pilihan yang baik. Termasuk jika Anda hanya memerlukan kendaraan besar (Family Car atau SUV) untuk beberapa kesempatan saja. Penghematan dari cicilan ataupun bahan bakar harian Anda akan sangat terasa.
6. Matikan mesin saat menunggu di sekolah anak Anda atau saat terjadi kemacetan total. Ini sangat sering terjadi. Panas saat menunggu bisa dikurangi dengan menggunakan kaca ilm yang baik atau penghalang matahari yang banyak dijual di toko aksesoris mobil. Atau parkirkan mobil Anda ditempat yang rindang.
7. Berbagilah! Carilah rekan kerja, teman yang area kerjanya sejalan dengan tujuan kerja Anda. Anda bisa berbagi biaya perjalanan dengan mereka.
8. Belajarlah cara mengemudi yang baik. Ganti perseneling lebih awal bisa mengurangi konsumsi BBM hingga 15%. Jika mendekati kemacetan atau lampu lalu lintas berhentilah perlahan bukan dengan rem mendadak. Hindarkan mengemudi dengan kasar. Pindahkan gigi saat mencapai 2500-3000 rpm. Dan mengemudilah di batasan 1500-3000 rpm, beberapa survei mendapatkan hasil yang memuaskan dalam kehematan BBM dalam range tersebut.

Dalam Pekerjaan juga kita dapat mengurangi Global Warming untuk menyelamatkan bumi kita, menjadikannya tempat hidup yang lebih baik…
1. Makan siang dikantor. Jika kita sering makan diluar kantor dengan bungkusan dan rutin, lebih baik jika Anda membeli kotak makan atau tempat minum yang kuat dan bisa dipakai berulang kali. Hindari media bungkus plastik atau stereofoam (Berasal dari minyak bumi dan susah untuk diuraikan).
2. Gunakan kertas lebih sedikit. Gunakan e-mail internal Anda dan software perkantoran untuk membuat laporan internal. Cetaklah laporan/presentasi hanya jika diperlukan untuk melakukan kesepakatan dengan pihak luar.
3. Matikan peralatan kantor Anda. Matikan dari sumbernya. Jangan dibuat stand by, matikan UPS dan trafo. Jika perlu cabut dari sumber listriknya.
4. Gunakan e-banking. Alihkan tagihan kartu kredit Anda melalui penagihan lewat e-mail, beberapa bank di Indonesia sudah dapat melakukannya. Bank-bank di Indonesia saat ini umumnya telah menyediakan fasilitas e-banking yang sangat lengkap. Kita bisa melakukan hampir semua transaksi pembayaran, transfer, pembelian voucher, dan lain-lain melalui internet banking, bahkan mobile banking.Memaksimalkan penggunaan e-banking akan menghemat banyak waktu dan biaya Anda. Anda telah menghemat dan meyelamatkan banyak pohon dan konsumsi CO2 untuk proses pembuatan kertas. Anda juga menghemat sangat banyak konsumsi BBM yang dibutuhkan untuk pergi ke bank atau ke ATM.Mulailah belajar untuk menggunakan e-banking bila Anda belum biasa untuk menggunakannya. Jangan mengkhawatirkan masalah keamanan karena teknologi pengamanan jaringan perbankan saat ini sudah sangat canggih. Tidak akan ada masalah dalam hal keamanan apabila Anda mengikuti dengan baik cara-cara dan panduan yang disarankan untuk melakukan transaksi online dengan aman.
5. Bagi industri, mulailah untuk menggunakan sumber energi yang dapat diperbaharui (tenaga angin, air, surya, dll). Gunakan peralatan yang hemat listrik dan hemat energi, serta buatlah kebijakan/peraturan penghematan energi dan sumber daya di perusahaan Anda. Pilihlah teknologi yang ramah lingkungan, dan lakukanlah manajemen yang baik untuk menangani limbah industri Anda.Edukasi karyawan Anda untuk terbiasa bertanggung jawab dalam penggunaan energi dan sumber daya perusahaan. Tingkatkanlah kesadaran mereka mengenai kecintaan terhadap lingkungan, tidak dengan hanya membuat peraturan dan hukuman.Berkontribusilah bagi perlindungan dan keselamatan lingkungan sebagai bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan Anda. Lakukanlah program penanaman pohon, pembersihan lingkungan, dll. Pada akhirnya hal tersebut juga akan memberikan keuntungan bagi perusahaan Anda karena citra perusahaan Anda akan terangkat sebagai perusahaan yang beradab dan berbudaya.
Share |

100% Hoby Bikin CERPEN

Novel ringan karya penulis muda memenuhi deretan rak toko buku. Sambutan pasar luar biasa, sampai banyak buku dicetak ulang dalam waktu singkat. Otomatis royalti pun mengalir ke kantong pengarang. Benar-benar hobi yang pantas dilirik.
TeenLit alias teens literature makin akrab dengan kita. Paparan cerita ringan dengan dialog sehari-hari menjadi ciri yang mencolok. Meski kerap disebut buku cerita kelas dua, kalangan muda rebutan membacanya. Bahkan tak dimungkiri lagi buat penerbit, novel-novel ringan ini berada di jajaran terdepan penjualan buku.
Serial TeenLit yang dikeluarkan penerbit Gramedia Pustaka Utama (GPU) bisa menjadi contoh. Setiap judulnya diproduksi awal 10.000 eksemplar. Hebatnya dari jumlah sebanyak ini, ada novel yang baru dua minggu sudah habis dan harus cetak ulang sebanyak 15.000 kopi lagi. Sungguh fenomena besar bagi dunia baca Indonesia.
Dulu bacaan remaja semacam ini sempat populer berkat suksesnya Lupus dan serial Fear Street. Setelah itu popularitas bacaan semacam ini mulai menurun. Tapi, bukan berarti bacaan untuk remaja kosong. Menurut penerbit GPU, tanpa label TeenLit GPU lewat Meg Cabot dengan serial Princess Diary berhasil menjadi best seller selama berbulan-bulan sejak tahun 2002. Tak pelak lagi begitu buku ini laris, GPU segera memborong puluhan judul sejenis dari penerbit luar negeri. Seperti serial Mates, Dates karangan Cathy Hopkins yang judulnya lucu-lucu macam Bra Tiup, Kecupan Kosmis. Novel sejenis kemudian dirangkum dalam label TeenLit itu.
Tren baru
Cerita remaja dan ditulis oleh pengarang muda tampaknya sedang jadi tren. Ini diakui oleh Sitok Srengenge, yang novel Nothing but Love terbitan perusahaan penerbitannya, Kata Kita, dicetak ulang dalam tempo sebulan. Sitok Srengenge mengakui kalau buku Nothing but Love
karya putrinya, Laire Siwi, termasuk yang paling laku. "Sejak kami berdiri Maret ini sudah menerbitkan enam judul. Yang paling laku itu cuma Laire sama Stephanie (pengarang cewek lain). Jadi, yang serius-serius enggak laku."
Fenomena meledaknya pengarang muda pun semakin terbukti karena ada buku lain terbitan Kata Kita yang penjualannya macet padahal sudah diresensi dan didiskusikan di mana-mana. Kenapa, ya? "Mungkin karena imej. Orang sudah takut kalau ini cerita sastra," ujar Sitok Srengenge. Ia juga mengakui pengaruh pengarang perempuan sangat besar. "Kita menerbitkan karya pengarang yang sudah memperoleh sekitar 30 penghargaan dan enam di antaranya juara pertama lomba cerpen, cover buku juga sudah ngepop, tapi penjualannya macet. Mungkin karena pengarangnya cowok, sudah tua, lulusan ITB, dianggapnya serius. Padahal, ceritanya ngepop dan cover-nya sudah dibikin ngepop juga."
Sementara pihak GPU memang mencanangkan tema TeenLit ini, sejak kesuksesannya mengusung tema Chicklit di tahun 2003, yang bercerita tentang kehidupan wanita kosmopolitan. Waktu itu ide ChickLit muncul karena keinginan menerbitkan buku dengan tema, seperti di dunia mode. "Karena kita punya banyak cerita wanita kosmopolitan, disepakati tema ChikLit," Istilahnya, sih, dari luar setelah suksesnya novel kayak Bridget Jones Diary itu. Tapi kita bikinkan slogan dan tag line, ’Being Single and Happy’," ujar Listiana, senior editor GPU. Kesuksesan ini menggoda GPU untuk menerbitkan tema lain yang juga menarik. "Tahun 2004, kita menentukan temanya TeenLit. Terbitnya mulai Februari, tapi launching resmi April lalu. Saat itu kita sudah punya dua pengarang lokal yang masih remaja, yaitu Dyan dan Maria Ardelia," imbuh Listiana. Mengekor kesuksesan TeenLit, penerbit lain berlomba mencari cerita ringan dari pengarang remaja. Bahkan ada yang dibubuhi tulisan di cover kalau ini Teenlit asli Indonesia.
Dengan penuturan jujur dan gaya bahasa khas remaja, novel-novel ini menawarkan kisah yang dekat sama kita, tokoh-tokoh yang terasa akrab di hati, serta jalan keluar yang menimbulkan inspirasi dan wawasan baru. Paling enggak, kita merasa tidak sendirian melewati masalah identitas diri, perubahan fisik dan mental, hubungan dengan ortu, persahabatan, ketertarikan pada lawan jenis, kehilangan orang yang dicintai, masalah sekolah, kecemasan, dan kepercayaan diri yang kerap melanda di usia kita.
"Soalnya baca TeenLit itu enggak bikin pusing kepala, ceritanya remaja banget. Nulis-nya kayak kita ngomong sama teman," komentar Dian, siswi kelas tiga SMU Marsudirini, Bekasi, tentang kegemarannya sama buku yang satu ini.
Tema remaja pun semakin pas karena si penulis juga berusia sepantar kita dan benar- benar mengerti dunia remaja. Apalagi mereka juga sering dapat masukan dari teman- temannya. Terutama para penulis muda yang mengedarkan karyanya ke sesama teman sebelum diterbitkan ke masyarakat luas. Agatha, teman sekolah Maria Ardelia, pengarang Me versus High Heels!, berkomentar tentang novel temannya itu, "Ceritanya, tuh, bener-bener kayak beneran deh. Maksud gue kayak kehidupan kita-kita saja. Jayus lagi, kayak yang buat."
Tapi, kayaknya memang ada satu kondisi yang kemudian merangsang penulis-penulis baru. Menurut Sitok Srengenge, awalnya bisa dirunut dari novel Saman karangan Ayu Utami, disusul Dewi Lestari dan lainnya. "Meski sebelum mereka sudah ada penulis yang tidak terlalu tua dan perempuan, tapi momennya baru merebak saat itu karena penjualan yang amat dahsyat. Setelah itu muncul penulis muda lain seperti Djenar dan Fira Basuki yang mendapat publisitas cukup baik. Saya kira ini ada pengaruhnya juga. Meramaikan penulis perempuan muda dan ngepop."
Penulis novel Menggarami Burung Terbang ini juga berpendapat kalau kegairahan membaca di kalangan muda sedikit banyak dipengaruhi oleh film Ada Apa Dengan Cinta? tahun lalu. "Gara-gara buku Aku karangan Syumandjaya ditenteng-tenteng Dian Sastro di AADC? walau buku itu tidak ada ngepop-ngepopnya, tapi jadi banyak orang muda yang mungkin karena ingin mengidentifikasikan dirinya seperti tokoh di film itu," jelas Sitok Srengenge panjang lebar. Jadi, banyak di antara kita yang merasa kuper kalau enggak baca buku Aku. Sekarang, buku Aku yang berbentuk skenario, bukan novel seperti sekarang, dicetak ulang berkali-kali. Akhirnya, bisa ditebak, konsumen langsung terpengaruh. Tren membeli buku di kalangan remaja juga membaik, tambah Sitok Srengenge.
Mudahnya mengarang
Lebih menarik lagi ternyata banyak di antaranya ditulis sama orang seumuran kita. Ada Laire Siwi yang masih kelas kelas satu SMU waktu menerbitkan novelnya, Maria Ardelia yang kini kelas tiga SMU St Theresia, dan Dyan yang baru saja lulus dari SMUN 6, Jakarta.
Yang dahsyat, buku mereka semua mengalami cetak ulang. Mulai dari 4.000 sampai 15.000 kopi. Dari tiap buku rata-rata mereka mendapat royalti 10 sampai 12 persen. Kalau rata-rata dijual seharga Rp 25.000 sampai Rp 30.000, itu berarti per buku bisa dapat Rp 2.500 sampai Rp 3.000. Kalikan dengan 10.000 eksemplar saja, uang yang mengalir ke kocek bisa antara Rp 25.000.000 sampai Rp 30.000.000. Belum lagi ada beberapa penerbit yang mau memberi uang kontrak sebesar 25 persen dari royalti buku yang dicetak awal. Biasanya cetakan awal itu sekitar 4.000 sampai 10.000 kopi. Kalau bukunya laris tanpa kerja lagi kita tetap dapat duit. Jadi, sambil sekolah dan bikin karangan, kita bisa jadi jutawan. Fantastis, kan!
Kebanyakan penulis remaja mengaku enggak menyangka hasil karyanya bisa berhasil. Biasanya mereka mengawali profesinya dari hobi nulis. Dyan yang menulis novel Dealova-nya saat masih SMP bahkan mulanya cuma iseng. Menurut cewek yang bercita-cita jadi psikolog ini, awalnya bikin cerita bukan untuk dipublikasikan. Memang sejak SD sudah senang menulis lalu teman-teman yang mendorong Dyan untuk enggak malu menawarkan ke penerbit. Pengarang muda yang sudah punya simpanan tiga novel ini bilang perjalanan nulis-nya dimulai dari diary. "Cuma kalau di diary, kan, itu cerita kita yang sebenarnya. Kalau aku di diary kebanyakan sial melulu. Jadinya pas dibikin cerita aku nulis saja yang bagus-bagus. Banyak-banyak berkhayal maunya gimana. He-he-he…," tawanya renyah.
Awal iseng-iseng ini juga diiyakan sama Laire dan Maria Ardelia (Mardel). Semuanya sudah senang nulis sejak SD dan sama-sama dimulai dengan nulis diary, lalu dikembangkan jadi cerpen, terakhir baru dipanjangkan menjadi novel. "Paling enggak dari pengamatan sekitar, curhat teman," ujar Laire, yang bisa ditelepon berjam-jam sama teman- temannya untuk dicurhati.
Cuma sering juga mereka mengalami kemacetan. Rasanya di otak sudah ada, tapi enggak tahu nuangin-nya gimana. "Kalau sudah enggak mood, aku biasanya berhenti dulu. Ditinggal tidur atau dengar musik," tutur Mardel, yang orang rumahnya enggak ada yang tahu soal penerbitan bukunya sampai kontrak ditandatangani.
Monty Tiwa, pengarang novel Dunia Mereka, mengatakan, tiap penulis punya trik masing-masing menghadapi writer’s block alias kemandekan menulis. Ada yang menggunakan keindahan alam sebagai pemancing, atau melepas penat ke mal, dengar musik, nonton, untuk mengembalikan gairah menulis.
Tapi, gimana sih caranya supaya kita bisa mengarang tulisan yang oke? Laire, Marde, dan Dyan sepakat bilang pokoknya mulai nulis saja. Idenya bisa dari mana saja. Film, buku, cerita teman, cerita sendiri, tapi yang paling gampang yang dekat sama dunia kita. Soalnya bikin karakter tokohnya lebih mudah. Monty yang juga penulis skenario film Biarkan Bintang Menari mengibaratkan menulis apa yang ada di hati itu bagai anak kecil yang bermain bebas dan mengacaukan lantai atau kertas dengan mainannya. "Lalu barulah gunakan otak untuk edit bagian yang perlu dan tidak, layaknya orangtua merapikan mainan setelah anaknya puas bermain. Mulai saja nulis di mana saja, kapan saja. Biarkan tulisan bermain dengan sendirinya, seperti pertama kali belajar main sepeda. Seiring waktu sepeda itu akan makin lancar lajunya tanpa ada yang bisa menghentikan." Weeits, patut dicatat, nih!
Icha Rahmanti yang mengarang Cintapuccino memberi tips begini, "Kalau soal topik gue pikir topik apa saja bisa jadi menarik. Tinggal gimana kita ngemas-nya saja, cari angle baru agar sesuatu yang biasa jadi lebih fresh." Menurut cewek lulusan teknik arsitektur ITB ini, penulis sebaiknya menetapkan tujuan dulu. Misalnya, kita mau tulisan fiksi atau nonfiksi? Kalau sudah punya tujuan, kita jadi tahu, apakah tulisan sudah sesuai sama tujuan. "Tapi, menurut gue, nulis juga sebuah proses. Misalnya, hasil akhir enggak sesuai tujuan belum tentu tulisan itu jelek. Karena proses jadi practice make perfect," jelas Icha panjang lebar.
Jadi, menulis itu mudah. Semua orang punya cerita, semua orang biasa bikin diary. Kita pun juga. Yang penting nulis, nulis, nulis, dan nulis lalu tawarkan ke penerbit. Yuk, mulai!
Diambil dari:
Nama situs: Kompas Cyber Media
Penulis: Nina Setyawati dan Eka Alam Sari
Alamat URL: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0408/06/muda/1191856.htm
Share |

Pilih Fiksi atau Non Fiksi?

Fiksi atau non-fiksi? Barangkali tak sedikit penulis pemula yang masih mengalami kebimbangan dalam menentukan jenis tulisan mana yang akan mereka tekuni. Seperti sebuah katalog belanja, tulisan ini diharapkan dapat membantu Anda untuk dapat memperoleh sedikit gambaran mengenai keduanya, namun tentu saja, hanya Anda sendirilah yang dapat menentukan pilihan untuk diri Anda sendiri.
Sebagaimana halnya dengan penikmatnya, baik tulisan fiksi maupun non- fiksi juga memiliki pendukungnya masing-masing. Disini, yang disebut sebagai 'pendukung' tulisan fiksi meliputi: novelis, cerpenis, dramawan dan kadang penyair pun sering dimasukkan ke dalamnya. Sementara untuk 'pendukung' tulisan non-fiksi disini meliputi para jurnalis, esais, penulis biografi, feature, tulisan ilmiah dsb. Tentu tidak begitu sulit bagi kita untuk mengenali mereka.
Lalu apakah yang disebut dengan tulisan fiksi dan non-fiksi? Untuk fiksi, satu ciri yang pasti ada dalam tulisan ini adalah isinya yang berupa kisah rekaan. Kisah rekaan itu dalam praktik penulisannya juga tidak boleh dibuat sembarangan, unsur-unsur seperti penokohan, plot, konflik, klimaks, setting dsb adalah hal-hal penting yang memerlukan perhatian tersendiri. Meski demikian, dengan kisah (bisa juga data) yang asalnya dari imajinasi pengarang tersebut, tulisan fiksi memungkinkan kebebasan bagi seorang pengarang untuk membangun sebuah 'kebenaran' yang bisa digunakan untuk menyampaikan pesan yang ingin ia sampaikan kepada pembacanya. Sementara itu, kebebasan yang dimiliki pengarang fiksi tadi di lain pihak juga memungkinkan adanya kebebasan bagi pembaca untuk menginterpretasikan makna yang terkandung dalam tulisan tersebut. Artinya, fiksi sangat memungkinkan adanya multi interpretasi makna. Bagi satu orang, novel JD Salinger yang berjudul "Catcher in the Rye" bisa dinilai sebagai sebuah novel yang dapat memperkaya pengetahuan tentang lika-liku kejiwaan manusia dan lingkungannya, namun novel yang sama juga dapat menginspirasi seorang bernama Mark David Chapman untuk membunuh pujaannya yakni John Lennon.
Berkebalikan dengan fiksi, tulisan non-fiksi mengutamakan data dan fakta yang tidak boleh dibumbui oleh imajinasi atau rekaan penulis. Dalam tulisan non-fiksi berbentuk jurnalistik, penyampaian fakta ini bahkan harus memenuhi unsur-unsur yang terdapat dalam satu pakem yang disebut 5W1H (What, Who, When, Where, Why, How). Walau tidak sama, pentingnya referensi data ini juga menjadi syarat dalam tulisan yang lebih 'bebas' seperti esai, feature, memoar, atau kesaksian. Namun, ini tidak berarti bahwa tulisan non-fiksi sama sekali tidak memberikan kebebasan bagi penulisnya. Penulis non- fiksi tentu saja dapat menuliskan tema apa saja yang ia inginkan, bedanya ia hanya harus menyampaikannya dengan data yang dapat dipertanggung jawabkan, minimal oleh dirinya sendiri. Bahkan dalam praktiknya, bisa dibilang topik untuk tulisan non-fiksi yang berupa opini atau feature juga lebih mudah ditemukan. Cukup dengan mengamati, menilai, atau memiliki usul, sebuah topik akan cepat didapat. Satu hal lagi yang membedakan tulisan non-fiksi dengan fiksi adalah kejelasan makna yang ingin disampaikan penulis dalam karyanya. Dengan menulis sebuah tulisan non-fiksi yang baik dan sistematis, pembaca akan lebih mudah digiring ke sebuah opini atau pesan yang ingin disampaikan penulis. Tanpa harus perlu mengartikan simbolisasi atau metafora pesan yang ingin disampaikan seperti yang terjadi pada cerita fiksi.
Pada perkembangan selanjutnya, fiksi zaman sekarang juga sudah berbeda dengan kisah fiksi lama yang sering identik dengan dongeng, tulisan fiksi saat ini tidak melulu berisi hal-hal atau cerita imajinatif dan penuh khayalan. Kita bisa melihat contohnya pada fiksi-fiksi yang ditulis dengan gaya realis. Tak jarang sebuah fiksi yang ditulis dengan gaya realis yang baik mampu membuat banyak pembaca lantas mengidentifikasikan kisah tersebut dengan kondisi nyata di sekeliling mereka. Fiksi (biasanya cerpen) yang ditulis dengan cara bertutur seperti sebuah jurnal atau laporan juga ada, bisa disebut juga novel klasik Poor People karangan Fyodor Dostoyevsky yang ditulis dengan gaya surat menyurat. Selanjutnya ada juga genre fiksi-ilmiah yang memadukan dasar-dasar ilmu sains ilmiah dengan kisah-kisah khayalan. Fiksi-fiksi yang antara lain dipopulerkan oleh penulis seperti HG Wells dan Isaac Asimov tersebut pada perkembangannya juga sering mengilhami penemuan-penemuan yang kita kenal saat ini. Berkebalikan dengan fiksi ilmiah yang biasanya mengemukakan hal-hal yang belum terjadi, kitapun mengenal adanya novel-novel sejarah. Mulai dari novel-novel Pramoedya Ananta Toer yang menyajikan cerita-cerita yang dilengkapi referensi sejarah sampai novel Da Vinci Code yang sebegitu 'meyakinkan' nya 'data' yang ia paparkan, hingga membuat banyak pemimpin Kristen kalang kabut dan orang Kristen bimbang akan fakta sejarah kekristenannya.
Hal sebaliknya juga terjadi di penulisan non-fiksi. Tulisan non- fiksi pun saat ini tidak selalu bergaya laporan yang kaku, penuh kutipan data serta referensi yang membuatnya 'kering'. Ini bisa dilihat dari dikenalnya jurnalisme sastrawi. Jurnalisme yang memakai estetika layaknya sastra dengan isinya yang menguak satu topik secara lebih dalam dan kadang juga disajikan dengan gaya sebuah narasi karya sastra. Jadi jurnalisme macam ini bukan saja melaporkan seseorang melakukan apa, tapi ia masuk ke dalam psikologi yang bersangkutan dan menerangkan mengapa ia melakukan hal tersebut. Hal serupa juga bisa kita lihat dari tulisan-tulisan feature, biografi, otobiografi, memoar, yang kini semakin banyak yang bisa kita nikmati seperti halnya membaca karya fiksi atau sastra.
Seorang penulis memang bebas untuk menulis apapun, baik fiksi atau non-fiksi. Tak ada yang melarang seorang sastrawan menulis tulisan ilmiah dan tak ada yang melarang seorang wartawan menulis novel. Tidak jarang pula kita mengenal penulis-penulis terkenal yang bisa menulis keduanya dengan sama baik. Namun biasanya seorang penulis tetap akan memiliki kecenderungan untuk memilih salah satunya. Faktor-faktor yang mempengaruhi pilihan ini juga bisa bersumber dari beberapa hal. Yang paling berpengaruh adalah faktor bacaan. Mengingat bahwa proses pembelajaran manusia pada awalnya adalah selalu dengan meniru, seorang penulis pemula yang lebih banyak membaca tulisan-tulisan yang berbentuk jurnal atau pendapat (non- fiksi) biasanya juga cenderung akan membuat tulisan-tulisan bergaya serupa. Hal sebaliknya juga terjadi pada penulis non-fiksi.
Faktor-faktor selanjutnya bisa berasal dari lingkungan, budaya dan sistem pendidikan. Disadari atau tidak, ini adalah faktor yang cukup berpengaruh. Misalnya pada budaya yang menganggap mengungkapkan pendapat secara langsung dan terus terang sebagai sesuatu yang tidak sopan atau bahkan subversif, tulisan fiksi yang memungkinkan penyampaian pendapat atau kritik lewat simbol-simbol biasanya akan dipilih. Demikian juga dengan metode pendidikan. Apa yang terjadi pada metode pengajaran di Indonesia adalah contoh yang mudah dilihat. Ketika bahkan pengajaran bahasa dan sastra Indonesia lalu diubah menjadi pelajaran yang hanya mementingkan penghafalan nama dan data- data saja, ketika para pengajarnya sendiri ternyata gagal menunjukkan bagaimana membuat sastra sebagai sesuatu yang menarik dan penting bagi kehidupan, maka menulis fiksi (atau bahkan menulis saja) pun dipandang sebagai aktifitas yang tidak ada gunanya. Faktor lain tentu adalah aspek psikologis penulis itu sendiri. Sebagaimana masing-masing manusia selalu memiliki salah satu belahan otak yang lebih dominan dalam bekerja, demikian pula seorang penulis selalu memiliki kecenderungan pilihan antara menulis fiksi atau non-fiksi. Melihat beberapa hal ini (terutama faktor-faktor yang berasal dari luar), paling tidak kita dapat mengetahui, atau juga mengarahkan pilihan kita atau orang lain dalam belajar menulis.
Sebagai penutup, tulisan ini sekali lagi memang tidak dimaksudkan untuk mengunggulkan atau menjelek-jelekkan baik tulisan fiksi atau non-fiksi. Sebagaimana menulis pada akhirnya lebih banyak berurusan dengan panggilan hati, menentukan fiksi atau non-fiksi juga tidak dapat dipaksakan. Yang lebih penting tentu adalah suarakan kebenaran, menulis dan menulislah!

Beberapa referensi:


  • Esai Andreas Harsono., Mengapa Jurnalisme Baru Ompong di Indonesia?
    Dari blog: http://andreasharsono.blogspot.com




  • Esai Alex R., Ketika Sastra Dibungkam maka Jurnalisme Harus Bicara.
    Dimuat di situs http://www.cybersastra.net/




  • N. J. Lindquist., Discover Fiction!
    Dimuat di situs : http://www.christianity.ca/



  • Share |

    Yang Dibutuhkan Dalam Menulis Fiksi

    Petunjuk berikut ini akan membantu Anda dalam menulis cerita yang lebih mengalir dan jelas. Juga membantu Anda mendapatkan inspirasi dan menulis dengan lebih cepat.
    MENULISKAN ADEGAN
    Bagian ini hanya Anda gunakan untuk menulis, menulis, dan menulis! Tulis apa pun yang Anda inginkan untuk ditulis. Jika Anda telah mempunyai gambaran alur ceritanya, itu lebih baik, tapi kalau belum juga tidak menjadi masalah. Tetaplah menuliskan adegan-adegan secara terpisah, meski mungkin tidak ada kesinambungan antara satu dengan yang lainnya. Percayalah pada imajinasi Anda dalam menciptakan sebuah alur yang menarik dan setelah itu, Anda akan mempunyai bahan mentah yang cukup banyak untuk dikembangkan. Beberapa adegan mungkin bisa dipasang di dalam cerita walau beberapa mungkin tidak. Namun, menulis dengan kemauan akan membuat ide-ide baru muncul dan dengan begitu, jalan cerita yang Anda buat akan perlahan terbentuk dan berkembang sampai Anda bisa menentukan garis besar jalan ceritanya. Apabila inspirasi Anda macet, duduklah dan biarkan pikiran Anda melayang. Pilih situasi yang mendukung, berkhayallah! Bayangkan tentang orang-orang, tempat-tempat, dialog-dialog, aksi-reaksi, dan sebagainya. Jangan terburu-buru memberi penilaian pada tulisan atau ide-ide Anda pada tahap ini. Dan, jika Anda mengetiknya langsung di komputer, matikan monitor Anda dan mengetiklah. Beberapa adegan, ide, kata, dan kalimat mungkin akan tampak kacau, namun Anda masih bisa memperbaikinya nanti. Yang terpenting pada tahap ini adalah menciptakan materi-materi mentah sebanyak-banyaknya. Jumlah yang banyak akan membuat Anda bersemangat dan pikiran Anda tidak akan disibukkan dengan mengedit tulisan, membaca ulang, dan mengkritisi diri sendiri.
    Setelah selesai dengan draft pertama, aturlah sedemikian rupa supaya bahan-bahan itu tidak berantakan. Pada saat melakukan hal ini, barangkali Anda akan bingung dengan urutan dan catatan-catatan yang telah dibuat, terutama jika Anda menuliskan tulisan panjang seperti novel. Mula-mula berilah nama untuk setiap adegan dan simpan di bagian Struktur Cerita. Urutan nomor adegan, bab, dan klimaks bisa dinamai nanti pada tahap pembangunan cerita. Terkadang saat inspirasi tidak kunjung datang, gunakan saja cara lama: "brainstorming" (membuat coretan kasar)! Tulis sebuah kata, lalu kata lain dan yang lain lagi. Jangan batasi diri Anda! Tuliskan kata apa saja yang muncul di benak Anda, dapat dimulai dengan kata yang berhubungan dengan setting/lokasi, atau karakterisasi dan ide-ide lain yang akan muncul sehingga akhirnya membuat gambaran tentang sebuah adegan. Sekali lagi, jangan batasi diri Anda! Beberapa adegan pada awalnya mungkin terlihat tidak cocok antara satu dengan yang lainnya, dan yang lain bahkan sepertinya bertentangan dengan akhir cerita, semua itu akan memberi ide-ide yang lebih segar untuk isi, alur, setting, dan karakter cerita.
    MEMBANGUN CERITA
    Membangun cerita berarti membuat urutan adegan dan kurang lebih sama dengan membuat garis besar jalan cerita untuk plot/alur cerita yang akan Anda buat. Anda mungkin telah mempunyai 15-50 adegan, atau bahkan lebih lagi, saat Anda telah memutuskan untuk menentukan garis cerita dan membuat garis besar jalan ceritanya. Tulis kembali daftar nama adegan yang telah Anda buat sampai Anda merasa sudah cocok. Masukkan juga nama adegan yang belum Anda tulis namun penting sebagai penghubung antaradegan yang telah ada.
    Mulailah memikirkan juga bagaimana mengelompokkan daftar nama adegan ke dalam bab-bab. Memikirkan hal ini juga bisa membantu Anda dalam membangun garis cerita. Di tahap inilah Anda perlahan membangun garis besar cerita Anda. Saat Anda melakukan hal ini, carilah unsur-unsur kunci dalam cerita yang dapat memberi kesan dramatis. Berikut hanyalah contoh klasik dan tentu saja hanyalah sebuah pilihan. Anda tentu mempunyai cara Anda sendiri. Jangan lupa, jika sebuah daftar bahan hanya akan membatasi kemungkinan yang akan Anda dapat nanti, sementara cerita yang hebat dan inovatif seringkali muncul bersama dengan ide-ide baru. Inilah beberapa cara yang biasa dilakukan orang. Pisahkan karakter-karakter Anda dan beri mereka peran cerita. Tentukan mana tokoh utama dan sang protagonis. Seringkali, meski tidak selalu, mereka adalah orang yang sama. Misalnya, sebuah cerita adalah cerita berdasarkan cara pandang seorang tokoh, maka dia adalah si tokoh utama. Namun sang protagonis bisa jadi adalah orang lain, atau tokoh di sekitar si tokoh utama yang lebih banyak berperan dalam cerita sehubungan dengan tujuan dan pengembangan tema cerita. Saat Anda menentukan urutan dan mengatur kembali adegan dalam tahap adegan, berikan sela yakni beberapa lembar atau baris kosong antaradegan untuk adegan-adegan penghubung yang masih perlu ditambahkan. Ketika semua itu telah selesai, Anda kini dapat menuliskan draft pertama dari adegan-adegan tersebut.
    STRUKTUR CERITA
    Karakterisasi Adegan

    Ketika Anda telah mempunyai urutan adegan, lebih lanjut Anda dapat menentukan struktur cerita. Untuk ini, daftar adegan yang telah Anda buat dapat membantu menentukan karakterisasi adegan lebih lanjut:
    Intensitas dan Mood.
    Mulailah memberi rating nilai atas suasana untuk setiap adegan. Anda dapat menilainya berdasar hal-hal/kejadian yang terjadi pada setiap adegan, atau berdasarkan menarik tidaknya suatu adegan bagi pembacanya. Beri penilaian antara 1 untuk yang terendah sampai 5 untuk yang tertinggi di daftar adegan Anda untuk menyeimbangkan dramatisasi cerita Anda dan menentukan di mana harus mempertajam alur untuk membuat pembaca tetap tertarik.
    Anda dapat juga menentukan mood per adegan, 5 macam mood yang dapat Anda pakai, antara lain: romantis, komikal, santai, tegang, dan mengancam.
    Namun sekali lagi, Anda dapat memberi tambahan lain di luar itu. Ingatlah bahwa mood dan suasana kadang akan berjalan beriringan, walau tidak selalu. Adegan romantis dan komikal bisa jadi berlangsung keras sementara adegan kebencian bisa jadi berjalan dengan lembut. Adegan seperti itu bisa jadi sulit, mengekspresikan sesuatu tanpa benar-benar menimbulkan suasana seperti itu. Mengkualifikasikan adegan-adegan tersebut dengan mood dan suasana dapat membantu memberi inspirasi alur yang lebih dramatis dalam adegan yang telah ada.
    Karakterisasi Cerita
    Pada bagian ini Anda akan dapat menentukan beberapa hal yang merupakan unsur-unsur umum dalam cerita:
    1. Tema
    Cerita seringkali ditentukan oleh tema. Pertentangan antara kebaikan dan kejahatan, pertumbuhan, kedewasaan, cinta, kebebasan, kematian dan lainnya. Di sini Anda diharap menentukan tema umum cerita Anda. Tiap saat Anda merujuk ke bagian Struktur Cerita setelah Anda melengkapi draft akhir adegan Anda nantinya, bagian ini akan mengingatkan Anda untuk memikirkan tentang unsur-unsur baru yang mungkin cocok dengan tema baru yang mungkin akan datang.
    2. Tujuan
    Sekarang protagonis Anda harus ditentukan tujuannya. Gambarkan di sini dan secara singkat pula jelaskan apakah karakter tersebut dapat mencapai tujuannya atau tidak. Tujuan adalah unsur yang bagus dalam menentukan hubungan antarkarakter. Ingatlah, bagaimanapun juga sebuah cerita bukanlah tentang mengejar sebuah tujuan yang spesifik.
    3. Penyelesaian
    Kadangakala kekuatan dari sebuah cerita adalah penyelesaian yang menarik. Jika cerita Anda berakhir dengan "kejutan". Tahap ini akan membantu Anda dalam memasukkannya ke dalam cerita. Catatan: Banyak cerita memberi sang protagonis sebuah tujuan, tapi ada juga yang tidak. Beberapa cerita berakhir dengan penyelesaian yang tidak pernah disangka-sangka sebelumnya. Kadang ada yang memakai keduanya.
    PENGEMBANGAN KARAKTER
    Dalam rangka membangun potensi yang maksimum, kini Anda perlu menuliskan hal-hal berikut ini:
    1. Biografi Karakter
    Menjelaskan secara singkat latar belakang, kepribadian, hubungan si tokoh dengan beberapa tokoh/karakter kunci lain yang berperan di dalamnya. Tuliskan sebanyak-banyaknya, namun jangan lupa memberi nomor untuk tiap-tiap halaman demi memudahkan Anda menengoknya lagi nanti. Menuliskan ini akan membantu Anda menemukan apa yang dimiliki oleh tiap-tiap karakter dalam satu tempat. Pergunakan bagian ini untuk mengembangkan beberapa aspek lain dari mereka. Juga, berikan keterangan spesifik mengenai tempat/lokasi di mana para karakter itu berada di dalam cerita baik karakter utama, protagonis, protagonis pendukung, antagonis, antagonis pendukung, komikal (karakter yang membawa suasana komikal setelah adegan yang menegangkan) dan yang lainnya. Beberapa karakter dapat berada di dua tempat. Mereka bisa karakter yang mana saja. Setelah itu, jelaskan secara singkat peran tiap karakter dalam cerita. Bagaimana mereka bisa mendukung sang protagonis atau antagonis? Bagaimana sang protagonis berhasil (atau gagal) mencapai tujuannya (jika ada). Jelaskan kepribadian si tokoh komikal (comic character) dan beri mereka peran yang sesuai. Berikan kata-kata singkat bagaimana tokoh/karakter tersebut berkembang atau menurun, apa yang ia pelajari atau lupakan, apa yang ia dapat atau lepaskan.
    2. Atribut Karakter
    Ketika Anda telah menulis cukup banyak adegan, Anda, paling tidak telah mempunyai gambaran tentang karakter yang tepat. Gunakan bagian ini untuk menjelaskan lebih jauh tentang mereka dan ide-ide bagaimana mereka dapat berkembang ke arah lebih lanjut. Atribut/ perlengkapan di sini bisa jadi adalah secara fisik, emosi, intelektual, dan sosial. Atribut secara psikologis tidak dituliskan karena hal tersebut akan dapat ditemukan di bagian emosi. Selanjutnya, tuliskan juga mengenai kemampuan atau pengetahuan yang akan didapat atau dikembangkan si tokoh dalam cerita. Tulis juga mengenai apa yang disukai atau yang tidak disukai oleh si tokoh. Ini adalah aspek penting dalam pengembangan karakter supaya pembaca dapat mengenali karakter tersebut sebagai manusia dengan segala kebutuhan, kelemahan, dan lainnya.
    Tiap hal mempunyai beberapa atribut yang dapat Anda pilih atau hilangkan. Anda dapat menambahkan yang lain lagi, namun saya tidak menganjurkan daftar atribut yang terlalu panjang. Anda dapat membaginya per adegan atau per karakter. Tak perlu terlalu lama berkutat di bagian ini sehingga malah membuat Anda terbebani. Pilih beberapa atribut saja yang paling tepat sehingga nantinya akan dapat memberi inspirasi baru supaya karakter yang Anda bangun akan menjadi lebih berharga.
    Daftar atribut yang pertama sebaiknya singkat saja, daftar itu akan dimasukkan di bagian karakter. Kemudian di dalam setiap adegan, Anda tinggal menambah atau mengurangi atribut yang telah ada berdasar pengembangan karakter di tiap adegan, tandailah kemajuan atau kemunduran yang dialami si tokoh di tiap adegan. Berikan juga perhatian pada perlengkapan atau apa yang dikenakan si karakter. Dalam beberapa adegan, mungkin saja dia memakai pakaian yang berbeda atau menemukan sesuatu yang menarik.
    3. Deskripsi Tempat
    Buatlah suatu "objek" yang paling penting bagi karakter Anda. Yang saya maksud adalah sesuatu yang bersifat fisik: barang, perabotan, bau, mood, lingkungan, cahaya, suara, dan sebagainya. Segala sesuatu yang dapat Anda hubungkan secara emosional pada satu atau lebih karakter. Hal tersebut dapat memberikan sumbangan besar untuk menguatkan identitas suatu karakter di dalam cerita.
    Dalam sebuah cerita, Anda dapat memberikan deskripsi suatu tempat yang berbeda-beda pada banyak adegan. Usahakan jangan membuat satu adegan yang penuh dengan deskripsi tempat, namun lebih baik Anda lakukan seturut dengan alur cerita. Hal itu supaya saat tiba waktunya Anda menulis ulang adegan-adegan, Anda akan dapat menentukan aspek mana dari tiap penggambaran itu yang cocok dengan adegan-adegannya.
    4. Hubungan antara Tempat dan Karakter
    Untuk memperkuat identitas sebuah karakter, hubungan emosional antara sang tokoh dengan tempat-tempat dalam cerita sangatlah penting, dalam hal ini adalah demi menguatkan imajinasi pembaca yang muncul atas penggambaran setiap tempat dalam cerita. Beberapa hubungan tercipta melalui sinergi untuk memperkuat kesan cerita Anda terhadap para pembaca. Ikatan-ikatan yang dapat dikembangkan itu antara lain, ingatan dan benda-benda.
    Ingatan dapat dikembangkan saat si tokoh kembali setelah lama menghilang. Hal-hal itu juga dapat digunakan dalam memperkuat dampak akibat perginya si tokoh, baik karena menghilang maupun meninggal dunia, atau sebab-sebab lain seperti pernikahan dan lainnya. Keberadaan atau kemunculan kembali sebuah ingatan juga dapat digunakan sebagai salah satu alat yang mendasari berkembangnya sebuah hubungan antarkarakter/tokoh dalam cerita.
    Ingatan/memori bisa berfokus pada sebuah benda/objek. Tentukanlah benda/objek apa dan bagaimana benda/objek itu dapat menjadi sesuatu yang diingat oleh karakter yang ditentukan, juga bagaimana ingatan objek bisa meliputi bukan hanya benda secara fisik namun juga sifat sebuah tempat seperti bau, cahaya, suhu, dan sebagainya atau bahkan kombinasi dari semuanya.
    KESIMPULAN
    Anda kini telah mempunyai semua unsur untuk membangun sebuah cerita yang lengkap dan hebat seperti halnya seorang tukang kayu yang akan membangun sebuah rumah. Gabungkan bahan-bahan mentah yang diperlukan untuk menulis sebuah adegan. Selanjutnya taruh dasarnya dengan menggunakan apa yang Anda tulis di bagian Struktur Cerita. Kembangkan karakter dan setting sejalan dengan isi. Gabungkan semuanya dengan menulis ulang tiap adegan guna menyesuaikan semuanya dengan garis cerita, masukkan juga semua unsur yang ada di tahap pengembangan. Menulis cerita adalah proyek yang mendebarkan. Rencanakan hal itu sesuai ambisi Anda, hormatilah jadwal yang Anda buat. Itulah guna panduan ini! Ini akan membantu Anda untuk tetap bersemangat dan pantang menyerah dalam melaksanakan proyek tersebut.
    Meski semuanya bisa tidak berjalan sebagaimana direncanakan, perencanaan tetaplah cara terbaik untuk memastikan semua berjalan baik. Bekerjalah dengan dasar yang tetap, kadang bisa beberapa menit kadang bisa berjam-jam. Mengerjakan proyek ini sekitar 5 menit per hari akan membawa Anda lebih jauh dan bahkan lebih cepat dari yang Anda bayangkan. Yang penting, buat ini sebagai pengalaman yang menyenangkan dalam setiap langkahnya.
    Share |

    Berkarya Dengan Lead atau Teras

    Sama seperti nelayan membutuhkan umpan yang baik untuk memancing ikan, demikian pula penulis memerlukan "umpan" yang ampuh untuk memikat pembaca. Salah satu cara untuk "memancing" mereka adalah dengan membuat teras (lead) yang bisa memicu rasa penasaran mereka. Dalam dunia jurnalistik, teras hampir selalu berada di bagian awal sebuah artikel. Teras diperlukan dalam sebuah artikel karena biasanya dari teraslah pembaca mempertimbangkan untuk membaca seluruh artikel atau mengakhirinya.
    Teras memunyai banyak fungsi. Beberapa penulis membuat teras yang memaparkan inti tulisan mereka secara ringkas. Ada juga penulis yang memakai teras untuk menyentak pembaca, menggelitik rasa ingin tahu pembaca, atau mengaduk imajinasi pembaca. Teras seperti apa yang Anda inginkan untuk memoles tulisan Anda?
    1. Teras Narasi
    Model teras ini bertujuan menarik orang seolah-olah masuk ke dalam cerita. Caranya dengan bertutur bak seorang narator yang menciptakan satu suasana dan melibatkan pembaca di tengah-tengah kejadian yang berlangsung. Teras ini ampuh untuk menggugah emosi pembaca seperti dalam film yang baik. Teras semacam ini sangat efektif untuk cerita petualangan. Misalkan seorang wartawan yang melaporkan suasana di sudut sebuah rumah di Bosnia Herzegovina yang lagi dilanda perang saudara.
    Contoh: Kami makan anggur kematian, dan anggur itu lezat. Berair, biru kehitaman, manis dan asam. Mereka menggantungkan setandan anggur masak di beranda belakang rumah milik seorang muslim yang istrinya belum lama tewas oleh bom orang Serbia. Inilah senja di Bosnia, langit sama biru tuanya dengan anggur-anggur itu. (TEMPO, 27 Maret 1993, "Potret Berdarah dari Dalam").
    2. Teras Pertanyaan
    Salah satu sifat yang dimiliki manusia adalah keinginan untuk mengetahui segala sesuatu dengan bertanya. Inilah yang membuat teras pertanyaan ini menarik. Teras pertanyaan biasanya bernada skeptis, mempertanyakan segala sesuatu, meragukan apa yang telah diterima, dan mewaspadai segala kepastian agar tidak mudah tertipu. Teras ini merangsang keingintahuan pembaca dengan menyodorkan pertanyaan kreatif, menggelitik, merangsang rasa ingin tahu pembaca.
    Contoh: Benarkah krisis betul-betul mendera segala lapisan masyarakat? Indonesia disebut mengalami krisis namun mobil-mobil keluaran terbaru selalu laris manis.
    3. Teras Deskriptif
    Teras deskriptif biasanya menciptakan gambaran dalam pikiran pembaca tentang suatu tokoh atau tempat kejadian. Model ini menggambarkan sebuah kejadian sedemikian rupa dan detail, sehingga pembaca merasa berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Teras narasi meletakkan pembaca di tengah adegan atau kejadian dalam cerita, sedangkan teras deskriptif menempatkan pembaca beberapa meter di luarnya, dalam posisi menonton, mendengar, dan mencium baunya.
    Contoh: Wajah Syaiful Rozi bin Kahar sama sekali tak mengesankan bahwa ia seorang bajak laut. Ia berpembawaan halus, sopan, dan ramah (TEMPO, 28 Agustus 1993, "Perompak yang Halus dan Ramah").
    4. Teras Perbandingan
    Model ini berbentuk perbandingan. Penulis membandingkan sesuatu dengan sesuatu yang lain. Obyek perbandingan penulis bisa manusia, tempat, suasana hati, karakteristik dan seterusnya.
    Contoh: Sepuluh tahun lalu kota yang dikelilingi bukit-bukit dan seakan dipangku oleh sebuah gunung itu terasa sejuk. Udaranya segar sekali. Pohon-pohon besar, dan hutan lindung yang mengelilinginya membuat hujan sangat sering datang menyambangi. Kini, tatkala pabrik-pabrik merambah, tatkala alat-alat transportasi penduduk berseliweran memadati jalan-jalan kota yang dulu cukup lengang, cuaca di kota itu pun berubah total: panas menyengat, membuat gerah warganya.
    5. Teras Ringkasan (5W + 1H)
    Teras ini serupa dengan berita yang biasanya memuat unsur 5W + 1H (who, what, when, where, why, how). Model teras ini termasuk model teras yang paling sering dipakai penulis artikel koran.
    Contoh: Tahapan ketiga Speedy Tour d'Indonesia 2010 (What) berlangsung kacau (How) setelah rombongan besar pembalap dan sejumlah ofisial, termasuk chief commissaire, tersesat (Why) di Jalan Utara Adiwerna, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah (Where), Selasa (26/10) (When). Akibatnya, balapan pun terpaksa harus di-restart (start ulang, Red). (Kompas, 27 Oktober 2010, "Balapan Kacau, Pembalap Salah Jalur")
    6. Teras Kutipan
    Kutipan yang bermakna dan pendek bisa membuat teras menarik, terutama kutipan orang yang terkenal atau kata-kata bijak. Kutipan yang dipakai biasanya berupa pernyataan yang tidak lazim, memotivasi, kontroversial, atau mengundang tanya.
    Contoh: "Beri aku 10 pemuda, karena dengan mereka aku akan mengguncangkan dunia." Demikian penggalan pidato yang pernah dilontarkan oleh Soekarno untuk menggugah semangat pemuda-pemudi negeri ini sekaligus menunjukkan bagaimana pentingnya peran pemuda dalam mengubah peradaban dunia.
    7. Teras Menuding
    Dalam model ini, penulis berkomunikasi langsung dengan pembaca. Ciri-ciri teras ini adalah ditemukannya kata "Anda" yang disisipkan pada paragraf pertama atau di tempat lain. Keuntungannya jelas. Pembaca menjadi bagian cerita. Penyusunan kata-katanya melibatkan Anda dalam cerita itu.
    Contoh: Bila Anda punya nama "kodian", harap hati-hati. Salah-salah Anda kena cekal, tak boleh ke luar negeri (TEMPO, 30 Januari 1993, "Gara-gara Nama Sama".)
    8. Teras Penggoda
    Teras penggoda ini adalah cara untuk "mengelabui" pembaca dengan bergurau. Tujuan utamanya menggaet perhatian pembaca dan menuntunnya supaya membaca seluruh cerita. Kalimat atau kata-kata dalam teras ini biasanya berupa teka-teki agar pembaca penasaran untuk terus membaca.
    Contoh: Angka yang ditunggu-tunggu itu keluar juga: sekitar 50. (TEMPO, 4 Januari 1992, "Angka Misterius Santa Cruz".)
    9. Teras Stakato
    Teras yang baik bisa menciptakan "mood". Suasana dibuat seakan licin, halus sehingga enak untuk memasuki alinea berikut. Salah satu cara yang bisa digunakan adalah dengan menempatkan ungkapan ekspresi atau frasa pembuka yang terkesan menggantung, terputus atau belum selesai.
    Contoh: Minggu. Saat untuk membuat segalanya berhenti.
    10. Teras Nyentrik
    Merasa tidak puas dengan teras yang "begitu-begitu" saja, ada penulis feature yang mencoba membuat teras yang, bukan saja tidak lazim, tetapi sungguh aneh. Tujuannya, apalagi kalau bukan memikat pembaca?
    Contoh: Hijau sayuran Putihlah susu Naik harga makanan Ke langit biru
    Reporter yang imajinatif -- meskipun tidak puitis -- bisa mencoba teras seperti ini pada saat menulis cerita tentang kenaikan harga. Teras ini memikat dan informatif. Gayanya yang khas dan tak kenal kompromi itu bisa menarik pembaca, hingga ceritanya bisa laku.
    Teras ini paling ekstrem dalam bertingkah. Akan tetapi, nada teras ini perlu dijaga sepanjang keseluruhan cerita. Model teras ini ada bahayanya. Wartawan hidup dalam dunia kata-kata. Teras nyentrik membuka peluang wartawan untuk mengobral permainan kata hingga bombastis. Hanya kebijaksanaan yang tegas yang bisa mencegah banjirnya permainan kata itu.
    Teras nyentrik bisa juga hanya melukiskan suara bunyi-bunyian. Suara hewan, mesin, motor, angin, serta benda-benda bergerak lainnya yang bisa digarap menjadi pembuka artikel. Penulis bisa menggunakan suara-suara yang sudah lazim di telinga pembaca, atau sebaliknya justru yang sama sekali asing atau aneh.
    Contoh: "Tak dududuktak. Duk." (TEMPO, 5 Januari 1985, "Mereka Bergerak, Selebihnya Silakan Lihat.")
    11. Teras Gabungan
    Di surat kabar sering ditemukan teras yang merupakan gabungan dari dua atau tiga teras, dengan mengambil unsur terbaik dari masing-masing teras. Teras ini dibuat untuk memperoleh efek ganda yang lebih dramatis. Teras kutipan sering digabungkan dengan teras deskriptif.
    Contoh: "Bukan salahku bahwa aku belum mati sekarang," kata Fidel Castro dengan senyum lucu (TEMPO, 7 Mei 1994, "Castro, Revolusioner yang Belum Pensiun").
    Dari sebelas model teras ini, apa yang paling cocok dengan gaya tulisan dan jenis tulisan Anda? Atau barangkali, Anda ingin bereksperimen membuat model teras sendiri. Kita memang memiliki cukup banyak pilihan teras, tetapi pilihan-pilihan ini tidak membatasi kita untuk berkreasi dan membuat model teras yang beda! Anda bisa mengerahkan kreativitas Anda untuk menciptakan jenis teras yang unik dan cocok untuk Anda.
    Dirangkum dari:
    1. _________. "Macam-macam Lead". Dalam http://www.geocities.com/purnawankristanto/artikel211121.htm
    2. Tartono, St. S.. 2005. "Menulis di Media Massa Gampang!". Yogyakarta: Yayasan Pustaka Nusatama.
    3. Fitriansyah, Febric. "Macam-macam Lead". Dalam http://jurnalisme-suratkabar.blogspot.com/
    4. Saefullah, Asep. "Beberapa Jenis teras/Teras Berita". Dalam http://asep.wordpress.com/2008/11/08/
    Share |
     
    Copyright © 2011 From P-MEN

    Regards for World and for Green My World

    Ant Activist With Love for All